Langsung ke konten utama

#2 Clara's Diary : Hello, It's me


-CLARA'S POV-

Hari ini adalah kamis, hari dimana aku bisa senyum manis karena dimulai dengan teh manis dan juga menyapa abang masinis. Hari ini adalah kamis, hari dimana aku bisa santai dengan gaya necis, dan bisa makan banyak cheese. Sampai tiba-tiba seseorang menegurku dari belakang lalu berbisik

" banyak-banyak belajar sopan santun "..


Deg! aku tersentak, kaget, ku putar kepalaku ke sumber suara, dan kudapati sumbernya adalah Radit. Cowok super nyebelin yang rumahnya satu komplek denganku. Cowok nyebelin yang jadi idola di sekolah. Teman satu organisasi ku yang ngeselinnya gak ketulungan. Ah, sebal. Tidak terrhitung lagi ini adalah kalimat kesekian dari mulutnya itu yang mampu membuyarkan hari indahku. Rasanya aku ingin menghempaskan dia dari muka bumi ini. Biar aku tenang, biar aku damai.

------

Bel tanda pelajaran usai, ku tumpahkan semua kekesalanku pagi ini pada Rama. Seorang temanku yang hatinya selalu bersedia jadi tong sampahku, seseorang yang selalu membuatku tenang ketika aku usai bercerita. Yang dengan dia, aku selalu bisa tertawa.

Setelah aku lega bercerita, cowok menyebalkan itu datang ke kelasku. Bukan untuk minta maaf, tapi untuk mengajak Rama pergi latihan basket. Beruntung Rama menolaknya dengan sopan. Aku tau ini adalah saat-saat sulit untuk Rama menolak ajakan radit karena mereka akan bertanding, Tapi biarlah, aku senang ketika Rama selalu berada di pihakku dan menendang jauh si menyebalkan itu.

Mungkin kamu berpikir aku adalah perempuan yang sangat egois. Clara Dinata. Itulah nama panjangku. Aku suka warna pink juga suka minum susu coklat. Aku lahir dalam keluarga yang hangat dan menyenangkan. Sayangnya aku adalah anak tunggal yang hidupnya kesepian, hanya ada aku, Bunda, dan Ayah di rumah. Itu sebabnya aku senang ikut banyak organisasi untuk mengusir kesepian. Aku senang bergaul, aku juga memiliki sopan santun, aku juga asyik kok, tapi ntah bagaimana aku dan Radit selalu terlibat banyak cekcok yang membuat aku mengeluarkan semua sifat burukku. Yah, Radit memang tidak pernah melihat sisi baikku.

Beruntung, aku memiliki Citra dan Rama sebagai teman yang setia. Keduanya sangat menyenangkan, ya walaupun kadang mereka juga menyebalkan. Tapi aku menyukai keduanya selalu disisiku. Selain mereka, Aku juga punya seseorang yang kusuka, Seorang anak laki-laki di sekolah kami. Matanya sangat teduh dan menenangkan. Siapa dia? ahh kamu tidak perlu tau nanti kamu juga tertarik untuk bersama dia.

Tunggu sebentar, dia melewati kelasku. Duh kututup dulu ya. Aku mau bersiap menyambut pesonanya.

...........

Cerita lanjutnya di :
https://www.ainikolbiana.com/2018/07/claras-diary-mr-sparkling-eyes.html

Komentar

  1. Dan mau komen soal cliffhanger! Biasanya kalau awal-awal nyoba nulis cerpen masih susah bikin cliffhanger tapi kamu udah bisa bikin. Hahaha. Lanjutkan Ai, aku kepo sama Radit nih *bad boy biasanya tsundere dan tsundere itu memesona :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hueuhehehe.. Abal-abal aja inimah nggak expert kaya mba iim. Iseng aja hehe

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.