Langsung ke konten utama

#1 Clara's Diary : I don't like him

*bruk*
Clara melempar tasnya ke meja. Citra yang sedang sibuk menyalin tugas pun kaget.

"Lo ngapain sih ra, pagi-pagi muka udah ditekuk aja. Kusut, gak kalah kusut sama baju lo hari ini"
Sapa Citra pagi ini yang ikutan mengomel.

"Tau ah, bete gue. Biarin gue mikir bentar. Jangan ganggu" Saut Clara yang pagi ini mukanya ditekuk habis-habisan seperti orang yang habis kalah taruhan piala dunia.


"Oh yaudah kalau gitu, gua lanjut nyontek dulu yak" Lanjut Citra

Orang disebelahnya hanya berdehem lalu menidurkan kepalanya di meja.

Yah beginilah dua orang ini. Clara yang pandai tapi sensitif dan sukanya marah-marah. Dan Citra yang baik hati tapi sulit teratur. Dua orang paling aneh di kelasnya. Tapi juga paling kompak walaupun terlihat seperti dua kucing, Iya, yang satu seperti ras kucing bernama singa dan yang satunya kucing persia. Yap, satu keluarga dari kucing kan.

Sebelum bercerita lebih jauh, perkenalkan aku Rama. Seorang anak dari kelas yang sama, yang juga teman sekelas Clara dan Citra. Oh wait, aku bahkan tinggal di komplek di rumah yang sama dengan mereka berdua. Itu kenapa aku akan dengan sangat percaya diri mendeskripsikan mereka berdua. Hihi.

Guru kami pagi ini begitu membosankan, pelajaran hitungan yang aku yakin semua orang dikelas tidak mengerti kecuali Clara, Yaa.. dia memang jago soal hitung-hitungan. Kuakui Clara memang jago soal ini. Dia lebih cepat mengerti dibanding orang lain, mungkin itu juga yang membuatnya lebih cepat marah. Ah, sungguh dalam kelebihan selalu ada kekurangan.

Guru pun menutup akhir kelas dengan salam, kami bergembira akhirnya kepala kami yang panas ini akhirnya sampai pada peristirahatannya. Tapi ya, satu temanku, Citra, masih belum berpuas sehingga dia mengejar guru untuk bertanya lebih jauh. Yaa, dia selalu penasaran walaupun akhirnya juga tidak paham-paham. Duh cit..
Aku masih menggeleng kepala saat melihat Citra pergi, tiba-tiba Clara membalikan tubuhnya ke arahku lalu memukul tanganku yang masih memegang pena.

"Eh ram, gua lagi kesel nih" Yah, itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya untukku hari ini.
"Kesel kenapa? nggak ngerti pelajaran ya?" Sautku asal
"Ih bukan" Lanjut Clara geram
"Terus kenapa?" Tanyaku yang sebetulnya tidak penasaran. Karena tanpa kutanya pun dia pasti akan menjelaskan.
" Masa si Radit bilang gua gak sopan!"
"Hah? emang lu ngapain dia?" Sahutku mulai penasaran, Yaa, karena Radit adalah teman dekatku juga di klub basket, dia adalah kapten tim kami. Dan entah kenapa Radit sering bertengkar dengan Clara.
"Iya kan tadi pas diangkot, aku berangkat sama Dina. Terus seangkot gitu sama dia. Firasatku udah gak baik ketika dia masuk. Dan bener aja, dia bisikin aku suruh belajar sopan santun lagi cuma karena aku bilang dia gak perlu ikut campur urusanku sama Dina" Saut Clara yang mukanya masih ditekuk namun berangsur membaik.
"Iya kamu gak perlu merasa susah juga. Aku aja selalu dibilang ganteng seneng aja tuh. Walaupun sebenernya aku gak ganteng, kan aku keren. hehe" Sahutku mulai bingung menanggapi apa.
"Ih pokoknya aku gak suka cara dia, I don't like him. Nope, I never like him"

Yah begitulah Clara, ketika dia sedang marah, dia pasti memasukkan bahasa inggris kedalam kalimatnya. Ya walaupun grammarnya kemana-mana alias acak-acakan. Tapi kalau dibenerin nanti dia pasti tambah marah, jadi yasudah dinikmati saja sesi curhatnya yang kurasa akan panjang dan alot ini. Beruntung, tak berapa lama Citra datang dan terlihat sangat kacau. Yaa selalu seperti ini kalau dia tidak mampu mempelajari sesuatu. Tapi setidaknya aku senang dengan kehadiran Citra, karena aku tidak perlu menghadapi kekesalan Clara pagi ini.

Belajar matematika saja kepalaku sudah pusing, harus ditambah meladeni Clara dengan senyum dan jawaban yang menyenangkan hatinya. Ah, dikira aku malaikat bisa tau apa yang dia mau dengar. Huh! Untung dia kawanku, kalau bukan pasti sudah kutinggal main basket ditengah lapangan. Apalagi banyak fansku menunggu disana. Ah, yang sabar ya fans. Kali ini aku harus menghadapi si ngambekan Clara dulu.

Saat Clara sedang curhat ke Citra, aku memutuskan untuk membuka instagramku. Karena ada notifikasi dari wanita cantik yang post foto terbarunya di instagram, Yeay! lumayan untuk cuci mata. Sampai tiba-tiba Radit masuk ke kelasku, dan merangkulku untuk mengajak main basket. Oh God! What should I do? Kalau aku ikut, Clara pasti ngambek berhari-hari. Kalau tidak ikut, aku kehilangan kesempatan bermain, padahal turnamen kami tinggal 2 minggu lagi?
Aku harus apa??




*Holla guys, Kali ini aku mencoba untuk bikin cerpen (cerita pendek-pendek) hihi. Semoga suka ya.
Welcome di part pertama nya:)


Komentar

  1. Wah Aiiiii,, saingan sama The Questions to Jakarta-ku nih. Hihihih. Hola autor! Bienvenido al mundo de la escritura de cuentos! *abaikan aku lagi suka ngomong spanyol :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gracias.. Por favor, hermana de orientacion kh ...
      (terimakasih google translete telah membantu, hueheuee

      Hapus
    2. Haruskah aku jawab pake bahasa spanyol lagi? Hihihi. Kalau kata Camila Cabello, "and papa says he got malo in him". Chico malo es interesante. Aku tetep kepo sama Radit yg keliatannya mbeling itu. hihihi.

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Memanfaatkan Momentum 11 November Untuk Self Reward

Sebagai makhluk hidup, terkadang kita bosan sama hidup yang gini-gini aja. Ngerasa gak ada perubahan atau bahkan stagnan di satu step yang membosankan. Jenuh, bosan, dan bahkan stres bisa melanda kita kapan saja. Yah, wajar dong. Kehidupan memang kadang menyeret kita ke hal-hal yang sulit. Itulah kenapa kita harus sayang sama diri kita sendiri, contohnya dengan sering memberi self reward pada diri kita ini.

Allyoung Muslima Serum Review

Kebanyakan perempuan, terutama para gadis biasanya lagi suka banget mainan make up dan nyobain skin care, aku adalah satu dari perempuan-perempuan itu. Mulai dari nyobain masker alami yang berbahan dasar bahan sehari-hari seperti susu, minyak zaitun, kopi, hingga berbagai buah-buahan udah beberapa kali dipakai jadi masker di wajah, hihi. Engga cuma skin care, aku juga suka ngumpulin alat-alat keperluan make up untuk dipakai sehari-hari, yah walaupun masih dalam tahap yang biasa aja dan gak terlalu banyak, setidaknya sedikit demi sedikit aku mulai belajar gimana caranya mempersiapkan diri sebelum keluar menghadapi dunia setiap harinya, hehe (kok berat sekali ya?)