Langsung ke konten utama

#3 Clara's Diary : Mr. Sparkling Eyes


*Clara POV*

Aku menutup buku diary ku dan langsung berjalan keluar kelas. Kuabaikan Rama dan Citra yang menanyaiku akan pergi kemana. Ku lupakan kejadian menyebalkan pagi ini. Yang kutau, pesonanya selalu membuat mataku tidak bisa berhenti menengok kearahnya, membuatku lupa semua masalahku dan mengusir segala penatku seketika. Dia kakak kelasku, sebut saja dia "Mr. Sparkling Eyes". Tiap jam istirahat dia melewati kelasku, tentu saja ini karena diatas tingkatku, dan kelas kami yang hanya berjarak tembok. Ah, aku harus banyak bersyukur atas nikmat Tuhan yang satu ini.

Aku hapal sekali, saat ini dia sedang membawa presensi kelas ke ruang guru. Setelah itu dia akan pergi ke perpustakaan dan meminjam beberapa buku. Selanjutnya dia akan pergi ke kantin dan membeli beberapa cemilan di kantin untuk dimakan sambil membaca buku. Aku bahkan tahu apa minuman favoritnya, jus mangga tanpa susu. Buku yang dibaca adalah kumpulan ilmu biologi, mulai dari pembahasan hewan, tumbuhan, bahkan kadang anatomi manusia. Dia tidak suka manis, jadi cemilan yang dipilih selalu belabel "spicy". Yah, banyak juga yang kutahu tentangnya. Aku mungkin nampak seperti penguntit, tapi percayalah bahwa ini kebiasaanku ketika menyukai seseorang, aku akan mencari sampai sedetail itu. Tapi kelemahanku satu, aku tidak bisa menatap matanya.

Kebanyakan siswi di sekolahku berpikir bahwa Radit adalah tipe ideal wanita. Tapi menurutku, semua wanita ini pasti matanya sudah minus terlalu banyak. Bagaimana mereka bisa melupakan bahwa kami punya kakak tingkat yang bersinar begini hanya karena Radit yang menyebalkan, Huh! dunia tidak adil. Tapi biarlah, Biar Mr. Sparkling hanya jadi milikku, hanya aku yang memperhatikan. Aku jadi tidak perlu bersaing dengan orang lain, Oh bahagianya aku seandainya sekali saja aku mampu menatap matanya, Oh I wish..

Lamunan panjangku usai, saat dia menatap ke arahku dan melempar senyumnya. Ah Tuhan, kenapa jawaban doaku begitu cepat. Aku bahkan belum merapikan rambutku, Aku juga nampak kacau, ah aku harus apa!!!. Dan kau tau, dengan bodohnya aku malah berbalik dan masuk ke dalam kelas. Dia pasti mengira aku sombong. Demi Tuhan, aku tidak ingin dia berpikir begitu. Seseorang tolong katakan padanya bahwa aku menyukainya sedalam lautan pasifik (yang akupun tidak tau sedalam apa), Aku hanya tidak mampu menatap matanya. Demi Tuhan aku tidak masalah soal pendapat orang lain, tapi jangan sampai dia berpendapat buruk tentangku, Jangan!!!!

Aku kembali ke meja ku, Rama dan Citra nampak sedang ngobrol. Kututpi wajahku dengan kedua telapak tangan sambil menggelengkan kepala. Aku malu, aku bingung, dan aku degdegan.

" Kamu kenapa ra?" tanya Citra sambil berusaha menyibakkan tanganku dan berusaha melihat wajahku.
" Gak papa cit, Gak papa.." sahutku sambil enggan membuka kedua telapak tanganku yang menempel di muka.
" Radit buat ulah lagi?" Sahut Rama menanggapi.
" Kamu nangis ra?" Tanya Citra sambil penasaran
" Eh, engga". Kubuka kedua telapak tanganku dan senyum kepada mereka. Aku tidak ingin membuat keduanya khawatir, Lagipula ini kan bukan karena Radit. Cengeng sekali aku kalau sampai nangis karena ulah cowok itu.
"Oohh kirain kenapa" sahut keduanya bersamaan.

Mereka berdua tidak bertanya lagi, syukurlah. Ini adalah salah satu sifat yang terbaik dari mereka. Perhatiannya tidak berlebihan, aku suka saat mereka tidak menanyaiku terlalu dalam. Bagiku, dalam persahabatan pun harus ada rahasia yang hanya aku yang punya. Iya, Mr. Sparkling adalah rahasia. Rahasia yang hanya aku dan Tuhan yang tahu, dan juga diary ku ini.

Aku mencoba bergabung dalam obrolan mereka. Bercanda seperti biasa, memakan bekal yang dibawa Citra dari rumah, menghabiskan waktu istirahat bersama-sama. Sampai kemudian sebuah notifikasi surel masuk ke ponselku, Sesuatu yang membuat jantungku rasanya ingin loncat.

Apa???

.........

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.