Langsung ke konten utama

My Undergraduate Story : Ketakutan tanpa alasan



Hallo, dari kamar saya yang catnya mulai berubah putih. Dari saya yang tidak ada deadline tulisan, tidak ada pekerjaan tapi tetap mengendap di kosan walaupun dalam waktu liburan. Dari saya yang saat ini penuh kekhawatiran. Kenapa saya jadi begitu over thingking. Padahal saya belum menjalani. Padahal saya belum sampai dititik itu. Kenapa harus takut. Ah Aini, come on!

Kali ini saya memulai lagi, mulai mengeluh lagi, mulai takut, mulai rapuh dan rasanya juga mulai demam. Saya mulai ketakutan pada hal-hal yang belum saya jalani. Lebay namanya.
Saya mulai menyusun skripsi saya pada bulan lalu. Alhamdulillah sudah acc judul dan tinggal melalui proses bimbingan. Jujur, saya tidak pernah berniat secepat ini jika saja tidak ada teman sekelas yang punya judul yang sama. Beruntung, saya punya kesempatan lebih untuk selangkah lebih maju. Alhamdulillah

Setelah mengobrak-abrik jurnal, mengganti ini dan itu saya akhirnya siap bimbingan. Apes! Bukanya bertemu dosen, masalah lain justru muncul dari sisi yang lain. Saya yang niat bimbingan malah harus ngurusin nilai yang akhirnya juga gak jadi kurus. Kesal? Pasti.

Lanjut...
Masih dengan saya yang leha-leha nonton korea karena menunggu esok untuk bimbingan. Sebuah kabar masuk, dan mengatakan bahwa teman saya akan segera seminar proposal. Ah! Seperti biasa, panik tidak terkira. Maklum, jiwa kompetisi saya sering muncul akhir-akhir ini berbarengan dengan perfeksionis saya yang tidak ketulungan, saya makin stres.

Saya ingin seminar, dan itu mungkin untuk dicapai. Tapi saya takut, takut kalau dosen saya membantai saya habis-habisan. Saya juga rasanya butuh liburan. Ah, saya tidak tau lagi apa yang saya inginkan. Rasa ingin dan takut berkumpul jadi satu.

Support orang tua tidak terkira, saya semakin tertekan karena rasanya berat kalau harus mengecewakan mereka. Saya,  harus segera maju seminar!

Tapi bagaimana, saya takut. Benar-benar takut. Saya tidak pernah merasa ini setelah saya dewasa. Waktu saya kecil pernah mengalami hal ini, tapi ibu saya menguatkan. Kini, rasanya tidak bisa lagi. Tidak mempan lagi. Saya butuh suntikan energi dari tempat lain, dari sumber lain. Misalnya dengan ditemani saat menunggu bimbingan, atau segelas susu sebelum bimbingan, atau jus mangga setelah bimbingan. Ah, kenapa saya jadi minta-minta makanan seolah saya tidak bisa sendiri.

Sebetulnya, saya hanya ingin dukungan.. Moril!

Oh come on! I can't do this by myself. Please accomplished me for a little while.
Oh Allah, i beg.
Alhamdulillah for everything you give to me.
Dosen Pembimbing yang baik bak malaikat. Orang tua yang cintanya tidak pernah berkurang. Dan teman-teman yang selalu mendukung.
Oh Allah, help me to pass this!!


Komentar

  1. Semangat, Aiiiii. Jangan stress. Nikmati aja perjalanannya nanti juga sampai kok :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).