Langsung ke konten utama

My Undergraduate Story : Tahapan Menuju Seminar 1


Hallo,  dari kamar saya yang sudah dimatikan lampunya sejak satu jam yang lalu. Juga adrenalin saya yang nampaknya mulai melebihi kapasitas sehingga saya bisa mendengar nguing-nguing di telinga bahkan ketika ini sudah dini hari. Dari saya yang sebentar lagi akan seminar.


Tulisan malam ini mungkin akan berisi sedikit keluhan dan kekhawatiran, tapi sebelum itu saya akan menjelaskan terlebih dahulu tahapan demi tahapan untuk bisa sampai seminar usul penelitian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, kampus dimana saya saat ini sedang menempuh pendidikan strata 1 dengan jurusan Akuntansi. Jurusan yang lebih banyak nulis angka ketimbang huruf. Yaa, maka dari itu saya mengimbangi nulis huruf di blog. Hihi

Tahapan pertama yang harus kamu lalui adalah mengajukan dosen pembimbing 
Hal pertama adalah kamu print transkip semester akhir, dengan syarat IPK 2,0 dan sks 110 dan telah mengambil mata kuliah pilihan sebanyak 3 mata kuliah.
Setelah itu, kamu bawa ke gedung E untuk diberi paraf oleh petugas, dan jangan lupa untuk melingkari mata kuliah pilihan yang telah kamu ambil. Dan selalu pakai map untuk urusan berkas ya.

Selanjutnya adalah kamu print out berkas penandatanganan transkip di gedung dekanat, (kamu bisa print out dari rumah atau memanfaatkan fasilitas kampus). Satukan berkas ini dengan transkip yang telah di paraf petugas, kumpul kan ke pegawai di dekanat lantai satu,  tunggu satu hari kemudian cek keesokan harinya. Setelah berkas selesai ditandatangani, kamu fc sebanyak yang kamu butuhkan kemudian mintalah cap di lantai dua.

Transkip,  2 proposal, kartu seminar, dan dan form pengajuan pembahas kamu susun kedalam satu map yang dibuka dan dijepit kemudian kumpulkan ke gedung Akuntansi. Tunggu beberapa hari sampai berkasmu diberi keputusan tentang siapa dosen pembimbing skripsi, yaa semoga kamu beruntung yaa. Hihi


Tahapan kedua adalah bimbingan 
Tidak ada pakem khusus untuk bimbingan. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menemui dosen pembimbing 1 dan 2 untuk mendapatkan Acc judul, dan mengikuti instruksi selanjutnya. Teruskan proses bimbingan sampai kamu selesai dan dapat tulisan "Acc Seminar 1" di halaman depan. Jangan menyerah yaa di proses ini,  sabar dan semangat serta terus berdoa adalah kunci untuk menaklukan tahap ini.

Tahapan ketiga mengajukan dosen pembahas
Ini adalah tahapan hampir akhir, tapi jangan santai dulu, karena masih banyak tahap yang harus kamu lalui. Kumpulkan cover bertuliskan acc seminar 1 dan draft skripsi fix mu, beserta form pengajuan dosen pembahas, kartu seminar, kartu bimbingan dan transkip. Masukan kedalam 1 map terbuka yang dijepit dengan penjepit extra besar. Kemudian tunggu beberapa hari sampai berkasmu turun dan kamu dapat pembahas.

Oke, itu adalah tahap menuju seminar 1. Jika sudah melalui semuanya, kamu hanya perlu matrik kepada dosen Pembahas, dosen Pembimbing 1 dan 2. Untuk menentukan hari kamu seminar. Jangan lupa untuk tanyakan kapan kalian harus konfirmasi ke dosen tersebut. Juga kamu perlu untuk mencari ruangan untuk seminar dan menyiapkan berbagai kebutuhan lainnya.

Tolong  hati-hati, jadwal yang sudah fix bisa saja di cancel tiba-tiba. Sayang kan kalau persiapanmu jadi sia-sia. Hehe

Dan inilah aku, yang khawatir dengan hari seminar itu yang semakin dekat. Setiap hari hanya ditanya kapan dan kapan. Tanpa pernah mereka tau, bahwa sebenarnya aku ketakutan. Semoga tidak terjadi hal buruk dan semua lancar lancar saja. Doakan aku ya vibes!
Semangat Berjuang mahasiswa semester akhir!!
Sampai jumpa di chapter selanjutnya

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…