Langsung ke konten utama

Pantaskah

Kubuka lagi folder itu
Folder yang berisi penuh makian
Folder yang tak pernah kusuka
Tapi selalu penting untuk kubaca

Kubuka makian itu satu persatu 
Kuingat lagi betapa remuk redam saat itu
Saat dimana aku harus direndahkan
Bukan karena aku rendahan
Tapi aku tidak sanggup lagi mendengar makian

Kamu pun tau, bahkan pantas untuk dikatakan sangat tau
Bahwa aku, tidak mampu untuk membaca semua makian itu
Lalu kenapa kamu diam? 
Tidakkah kamu fikir ini semua terlalu kejam

Tidak pernah ku minta yang lebih
Bahkan setelah kamu meninggalkan perih
Tidak pernah kucoba membalas
Walau kamu menganggapku alas

Di malam-malam yang penuh kerinduan
Kucoba mengingat betapa berat yang telah aku lakukan 
Merelakan
Kemudian diduakan

Pantaskah aku, yang dari bawah sini menemani
Lalu dikata hanya sebagai pelampiasan diri

Pantaskah aku, yang selalu setia disisi
Lalu dibentak, dicaci dan dimaki

Ah.. 
Kenapa kubuka lagi itu
Kenapa kubiarkan lagi sakit itu
Tapi biarlah, 
Biar aku tau.. 
Bahwa orang baik yang dulu 
Kini hatinya telah membiru
Mati, dimakan api cemburu.... 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.