Langsung ke konten utama

My Undergraduate Story : Kemalasan setelah seminar proposal

Bucket snack karya Aini dan Dian 
Selamat malam, dari kamar saya yang habis inspeksi kosan. Rapih? Woiya jelas. Walaupun saya punya jiwa sanguine yang gak masalah sama berantakan, saya nyatanya adalah phlegmatis yang serba teratur. Termasuk untuk urusan barang-barang di kamar. Juga dari saya yang baru selesai menyusun audit program dan audit plan untuk tugas mata kuliah audit besok, ah ternyata ngulang mata kuliah seberat ini :( hiks. (semangat!)

Tidak mau ngeluh soal ngulang ini yah, kali ini lanjut ke fokusan hari ini, hari dimana sudah 2 minggu berlalu dari seminar satu tapi saya dan pembimbing tak kunjung bertemu. Kali ini bukan dosennya yang hilang, tapi saya yang pemalas dan belum berani menghadapi dosen. Oh so st*pid. Saya pengen olah data secepatnya, tapi rumusnya aja belum ketemu. Rasanya seperti mau pergi, tapi sendal saya malah hilang. Ah, I wish ada mas-mas yang mau pinjemin sendalnya biar saya bisa cepetan pergi. *eh kok gak maksud sih..

Yaa, kali ini saya mau curhat tentang skripsi aja. Tentang saya dan mood swing yang kecepatannya ngalahin swingnya kipas angin atau swingnya AC, mood saya lebih cepat berubah. Dan berubahnya tuh ke arah yang negatif. Astaghfirullahh... Saya jadi pengen marah-marah, atau sekedar menumpahkan kekesalan, padahal saya tau pasti, penyebab saya kesal yaa bukan orang lain, saya kesal sama diri sendiri yang gak kunjung berani nanya ke dosen, alhasil, hidup jadi ribet sendiri.

Abisnya tuh gimana ya, sehabis sempro, butuh waktu 1 minggu untuk sadar maunya dosen gimana. Dan baru tau juga kesalahan saya dimana. Revisi sih udah kelar, tapi kesendat disatu rumus. Tadinya saya gak pakai rumus baru, ibaratnya nih tadinya dah pake jalan pintas biar cepet, eh dosen maunya pake jalan yang ilmiah walaupun tingkat kerumitannya jadi lebih banyak. Saya yang nilai statistiknya untung-untungan ini akhirnya terseok-seok untuk urusan nentuin rumus.

Musim gugur di feb (cantik kan?) 
Saya ngerasa berat di titik ini, dan rasanya capek sekali. Ada banyak tips udah saya jalanin termasuk tips satu ini.

Tips nya mungkin adalah nanya kating yang dosennya sama, atau bahasnya kasus yang sama. Ini beneran berguna karena dari kating ini saya akhirnya nemu rumus variabel saya (kating: kakak tingkat). Doi juga udah baik sebenernya kirimin bantuan, ah mba ninda, thanks a lot,  semoga saya ga lupa sebut namanya di skripsi nanti.

Tapi masalahnya tetep di diri saya sendiri, masih cemen, masih takut. Padahal dosen saya juga baik-baik kok, yaa perfeksionis aja dikit, harusnya sih gak masalah, toh saya juga perfeksionis. Huhuhu
Ini adalah perasaan saya yang sudah seminar proposal, manusia yang paling ditanya advice nya karena jadi yang pertama di angkatan. Kadang, ini jadi beban sendiri. Karena saya takutnya seminar hasil saya justru ketinggalan. (tapi semoga aja jadi pertama juga, Aamiin)

Kadang saya juga pengen ada seseorang tanya saya, tanya hari ini skripsi saya sudah sampai mana. Tanya apa saya perlu bantuan, atau paling tidak mendengarkan keluh kesah saya dari A sampai Z. Tapi saya lagi lagi tersadar, bahwa saya punya Allah untuk bersujud. Yang Maha Kaya, Yang Maha Mengetahui,  Yang Maha Segalanya. Karena berharap sama manusia, pasti ngga ada gunanya.

I do apologise untuk orang-orang sekitar saya yang mungkin jadi korban mood swing. Kadang suka pergi sendiri, diem sendiri, atau marah bahkan untuk hal simpel. Miyane~ saya berlebihan kadang, but I don't know to solve it, saya sebenernya kesal sama diri sendiri, tapi bagian diri saya yang lain rasanya mengeluh untuk berhenti dulu. Bagian yang lain enggan dan terus-terusan tertekan.

Yah, inilah part dari koleris pleghmatis, terstruktur dan tertekan kalau standar tidak berjalan. Saya tau bahwa sikap pemikir ini tidak selalu baik, jadi, bisakah setidaknya kita berbagi kesulitan ini? Hanya diam dan dengarkan,  setidaknya untuk dapat menenangkan.
(yah, lagi lagi berharap ke manusia)

At least saya cuma mau berdoa..
Semoga semua pembaca sukses dengan kegiatan nya dan targetnya.
Semoga saya berani ketemu dosen, semoga dosen saya gak menakutkan, semoga saya segera semhas, semoga semoga semoga.

Bantu Aamiin boleh? 

Komentar

  1. Aamiin.. Semangat Aini.. Semangat juga kamu(ngomong sama kaca). Itu bucket snacknya leh uga bsk2 dijual wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha semangat... Yuu sini order sama qitaa.. Harga menyesuaikan

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).