Langsung ke konten utama

PPM is where the love begins

Maba PPM Baitusshodiq 
Tulisan malam ini terinspirasi dari seseorang yang kembali, dari saya yang duduk di pojokan, kelelahan dan ngantuk pisan. Di sela kriyip-kriyip mata saya yang sipit, sesuatu tiba-tiba berdesir di hati saya. Sesuatu yang saya sangat senangi, kedamaian dan cinta. 

Saya masih ingat betul bagaimana hari-hari awal saya disini. Semua orang terasa asing, semua jadwal begitu membuat pusing, dan saya yang tidak lagi bisa bising. Saya merubah banyak hal dalam diri, mulai dari kebiasaan sangat buruk, kebiasaan buruk, kebiasaan hampir buruk, dan juga vanyak hal. Sesimpel dari kebiasaan suka menyanyi di kamar mandi, atau sekedar haha hihi php ke lawan jenis, satu persatu akhirnya saya tinggalkan. 

Penampilan saya berubah, dari yang hampir ke jalur salah, Allah menegur saya dan membawa saya kesini. Hasilnya, Tumpukan celana itu kini sudah berubah menjadi tumpukan rok besar dengan aneka bentuk dan warna. Syar'i, katanya. Gaya pakaian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tapi kini, saya senang sekali terlihat seperti itu. Rasanya begitu pas, sederhana dan tetap dalam syariatnya. Tidak berlebih memang, hanya sekedar untuk dikatakan cukup memenuhi aturan. 

Seorang teman dekat bilang,  hidup saya bertumbuh lebih baik. Saya tidak lagi bicara sekeras dan sekasar dulu ketika marah. Kini, saya lebih banyak diam daripada mengumpat,  ah benar lah bahwa lingkungan memberi kita pengaruh begitu dalam. Juga dulu, kriteria pria idaman tidak pernah sedetail itu soal agama dan hanya sebatas urusan dunia, kini, kau kibaskan harta-hartamu pun tanpa pemahaman agama yang pas, ku rasa aku takkan bergeming. Dulu ambisiku penuh dengan dunia, kini aku selalu berpikir bagaimana ini kuniatkan hanya untuk-Nya. Termasuk ketika aku menulis ini. Khawatir terselip niat lain dalam hati. Naudzubillahi min dzalik..

Semester Akhir Club (belum full team) 

Jazakumullahu khoiro PPM Baitusshodiq, Rajabasa. Tempat dimana semua cinta bermulai. Kekeluargaan yang begitu tulus, pertemanan yang saling memperhatikan, rasa cinta yang begitu luar biasa yang mungkin tidak ditemukan di tempat lainnya. Dan inilah aku, di ujung rasa syukur pada kalian, hatiku rasanya tetap menolak untuk tinggal selamanya. Hatiku, terlalu takut untuk bertaruh pada manusia. 

Tak apa rasanya jika aku pada akhirnya tidak harus bersama salah satu mereka. Hidupku tetap akan bahagia. Tidak apa jika pada akhirnya, pinangan itu justru jatuh ke jari wanita luar sana yang tidak pernah kami tau sejak kapan dia mencuri hatimu. Tak apa rasanya jika harus masuk ke keluarga lainnya, menemukan dan ditemukan orang lain sesuai dengan takdirnya. Sulit memang, bahkan setelah kata-kata ini kutulis, hatiku masih berkata untuk tidak ingin hal ini terjadi. Tapi aku percaya, pengaharapan kita pada manusia adalah hal paling sia-sia dan hal paling menyiksa. Tidak apa, toh kadang bahagia memang tidak selalu harus bersama. 

Terimakasih, 
Mari kita buat bulan-bulan akhir ini penuh kebahagiaan, penuh kebaikan, dan penuh dengan kenangan-kenangan indah untuk diceritakan saat tiba masa reuni. Saat kita telah berkoloni dengan unsur lainnya. Saat kita tidak lagi meributkan siapa dengan siapa. Hanya ada kita yang bahagia menerima takdir-Nya. 

Yang selalu mencintai mu dalam diam
Aini Kolbiana 

Komentar

  1. Keloni apa koloni dah? Koloni apaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. berkoloni artinya kebalikan dari soliter, yaitu sesuatu yang cara hidupnya bergerombol atau membuat suatu kelompok. Berkoloni disini tuh mksdnya membentuk kelompok kecil sendiri (keluarga)

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Diarra Queen SPA : SPA dengan konsep alam yang menenangkan

Kegiatan sehari-hari aku sebagai mahasiswa itu benar-benar padat. Belajar di kelas, ngerjain tugas, belajar kelompok, organisasi, dan beragam urusan lainnya masuk dalam rutinitas sehari-hari. Badan dan wajah kadang udah gak tau lagi deh bentuknya gimana. Minyak dimana-mana, bibit-bibit jerawat, komodo komedo udah menempel khas di wajah. Selain karena faktor polusi, ini juga karena hormon yang timbul karena stres. Apalagi di musim-musim Ujian Akhir Semester, masalahnya jadi tambah satu lagi, Mata Panda! Ewh!

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).