Langsung ke konten utama

Bertahanlah aku hampir sampai

Jika kamu tidak datang,
Mungkin hatiku menjadi tidak tenang
Jika kamu tidak datang
mungkin itu adalah sebuah pertanda untuk senang

Seandainya jika kamu,
Tidak pernah datang hari itu
Harimu mengulurkan tangan dan menawarkan bantuan
Seandainya jika kamu
Tidak pernah menyediakan senyum itu
Maka hari ini mungkin aku tidak dengan perasaan ini
Merasa tertolong, oleh penjahat yang sama
Bukan, penjahat yang melakukan kejahatan yang sama

Hari ini, aku akan mengatakan
Aku Tidak Apa-Apa

Seperti luka lamaku, inipun akan menjadi biasa saja.
Mungkin kita bukan yang baik, bukan yang dapat saling memperbaiki
Sedihku itu pasti, tapi syukurku harusnya tidaklah pudar
Seperti kukatakan padamu berkali-kali : Terima kasih

Karena pernah hadir, pernah membantu, pernah membimbing, pernah selalu ada, dan pernah sangat dekat.
Terimakasih karena pernah membuatku tenang. Terimakasih untuk selalu bertahan.
Bertahanlah, ini tidak akan lama. Bertahanlah untuk sebentar lagi, bertahanlah sampai aku bisa berdiri lagi dan memahami bahwa kamu nyatanya bukan perhentian terakhir.
Bertahanlah seperti kita terbiasa pada hari-hari biasa. Tetaplah bersikap biasa. Menjadi teman, yang saling ada untuk satu sama lain. Kumohon, bertahanlah sampai waktu pergiku tiba.

Akan kupastikan aku tidak menyeretmu lebih lama lagi. Memintamu tinggal selamanya, atau bahkan meminta hal remeh lainnya. Akan kupastikan aku kuat. Aku bisa, dan aku mampu. Maka, bertahanlah sebentar lagi, Kamu :)

Tidak apa jika pada akhirnya kamu memilih yang lain,
Yang pasti cepat atau lambat, hal itu akan kamu lakukan
Tidak apa jika kamu pada akhirnya pergi tanpa pernah mengucapkan selamat tinggal dengan baik
Yang pasti, syukurku bahwa kamu pernah ada untuk hari-hariku
Selalu, Terimakasih untukmu
Tidak ada yang lebih baik daripada itu

Seperti yang pernah kamu katakan,
Adalah sebuah kesalahan untuk berharap pada manusia
Dan aku, mensyukuri untuk tiap jengkal bait nasihatmu
Karena tidak pernah memberiku sandaran yang kokoh
Agar aku tidak bergantung
Agar aku tau, aku harus bersiap jika aku terjatuh

Bertahanlah,
Sebentar lagi
Aku akan sampai
Pada titik itu

Titik dimana aku akan mampu sendiri,
Titik dimana bukan lagi kamu yang aku mintai
Titik dimana, mungkin aku tak lagi disini
Bertahanlah, sebentar lagi...

(Jangan menangis, bahwa sesungguhnya semua adalah takdir-Nya)
(Jangan berat, hanya karena pengharapan pada manusia)
(Jangan sedih, sesungguhnya setelah badai ada sinar hangat mentari)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.