Langsung ke konten utama

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

source: pinterest.com
*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Namun, nampaknya Radit memiliki keberuntungan yang luar biasa. Ada saja hal yang membuatku mengurungkan ledakan bomku kepadanya. Saat ini misalnya, seseorang yang sangat aku suka, tengah berlari menghampiriku, bergegas, dan nampak tergesa-gesa. Walaupun aku melihatnya dengan samar-samar karena merasa pusing, namun aku yakin itu adalah dia.

Ditariknya lenganku dan membimbingku untuk duduk di pinggir lapangan. Dia lalu berlari membelikanku sebotol air mineral lalu menyuruhku meminumnya, berkali-kali ia melontarkan pertanyaan yang sama "Kamu gak papa kan Ra?" dan berkali-kali pula aku hanya sanggup mengangguk. Karena kini, bukan kepalaku yang pusing, tapi jantungku rasanya ingin copot. Oh Tuhan, apakah jatuh cinta selalu seindah ini?

Rama dan Citra tiba-tiba datang entah darimana. Mereka langsung membawaku ke UKS, walaupun berkali-kali ku katakan aku baik-baik saja, mereka tetap bersikeras memeriksa keaadaanku. Tanpa ingin memperpanjang, aku langsung menuju UKS dengan dituntun dua sahabatku ini, juga dia dibelakang kami.

Aku tau dia begini karena merasa bersalah, karena dia memintaku untuk datang menghampirinya di taman depan ruang kelasnya yang kebetulan berada di dekat lapangan basket. Membuatku harus melewati lapangan basket untuk sampai di taman itu. Tapi sebetulnya, bagiku tidak masalah, aku justru senang karena berkat project penelitian ini aku bisa terus didekatnya. Dan iya, masih tidak bisa menatap matanya. Mr. Sparkling Eyes.





Dia tidak masuk kelas, menungguiku di UKS bersama Rama dan Citra. Kalau kamu ingin tau perasaanku, Oh sungguh jangan ditanya lagi, jawabanku masih sama, Aku ingin menghentikan waktu.


Bell sekolah berbunyi dan membuktikan aku gagal menghentikan waktu lagi kali ini, aku lalu meminta untuk pulang karena aku sudah baik-baik saja. Citra segera menawarkab diri untuk mengantarku sampai rumah. Rama dan dia pun baru pulang setelah memastikan kami pergi. Ah, Tuhan.. Kenapa dia semanis ini? Apakah dia juga memiliki perasaan yang sama?
Ku harap iya, tapi rasanya aku tidak ingin berharap pada manusia. Akan ku gantungkan semuanya pada Yang Maha Kuasa, agar mengatur segalanya dengan skenario terbaik-Nya.

Terlepas dari semua itu, aku terus bertanya. Dimana Radit? Tidakkah dia merasa bersalah??




NB:
Holaa... Akhirnya Clara Nulis diary lagi setelah sekian lama.
Sorry,

Oh iya, untuk teman-teman yang penasaran dengan part sebelumnya check this link below yaa
Clara's Diary Part 4

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.