Langsung ke konten utama

Ini Tentang Kamu


I don't need to explain more-
Kataku,



Selalu seperti itu setelah rasanya berulang kali orang-orang menanyai kita. Seperti aku yang tetap ingin membuatnya rahasia umum, juga seperti kita yang tidak ingin terlihat, seperti sesuatu yang disimpan padahal tidak ada simpanan dalam bentuk apapun.

Ku tulis ini dengan perasaan netral, tidak dalam keadaan senang ataupun sedih. Tapi ini mungkin akan menjadi catatanku ketika aku ada di dua perasaan itu. Mungkin juga perlu ku katakan padamu, aku tidak sekuat ibu khadijah yang menyimpan perasaan nya, aku tidak sefaham itu. Sampai pada level ini, aku ingin menyapamu yang mungkin akan membaca ini dalam beberapa hari kedepan. Tidak perlu senyum-senyum sendiri karena isinya mungkin tidak sebaik yang kamu pikir, tapi kutuliskan ini sebagai pengingatku. Mungkin aku suatu hari nanti dalam keadaan yang tidak senetral sekarang.

Hallo,
Seseorang yang membawaku bangkit dari buruknya philophobia yang pernah aku alami. Dari kelamnya masa dimana aku harus insecure dan ketakutan akan ditinggalkan. Dari masa jahiliah saat aku senang bermain tanpa pernah berpikir aku menyakiti orang lain, tanpa pernah berangan bahwa yang kulakukan hanyalah sebuah dosa. Hallo dari tahun 2016.

Terimakasih untuk selalu menguatkan, membimbing, dan mengajari ku pada tiap tahap kebodohan dan kekhilafan. Terimakasih untuk selalu ada dalam tahap penguatan,  terimakasih telah bersedia untuk jadi samsak dari berbagai keluhan, terimakasih untuk tidak pernah mundur dan tidak pula menyerah. Dan banyak terimakasih lain yang tidak bisa aku sebutkan.

Aku ingin mengingat bagaimana kamu, yang dengan segala persepsi itu, mampu memiliki persepsi berbeda dimataku. Mungkin bagi mereka, kamu hanyalah orang biasa, yang biasa dan sungguh biasa. Bagiku tidak, You heal me, dan itu selalu lebih dari cukup.

Terlepas dari kita yang hanya "teman"  dan sepertinya akan selalu begitu, harusnya aku tidak perlu berpikir terlalu jauh. Namun nyatanya, orang-orang berpikir lebih jauh dari apa yang kita selalu lakukan. Tidak ada telpon, jalan berdua, apalagi hal aneh lainnya. Tidak dengan aku bersama kamu, atau kamu bersama aku. Pun jika salah satu kita melakukannya, itu pasti bukan kita yang bersama, itu akan jadi cerita bersama orang lain.

Sekiranya kita adalah salah paham yang besar, bagi setiap orang. Seperti aku milikmu kamh milikku padahal sejatinya kita tidak pernah saling memiliki atau berharap menuju kearah sana. Nyatanya, kita hanyalah dua orang yang sedang bermain,  namun terlihat tidak main-main. Yah, nyatanya pertemanan ini disalah-artikan sebagian orang. Seiring dengan kebaikan, seiring dengan kebersamaan.

Maaf karena pada akhirnya kita justru jadi tembok masing-masing. Menjaga, padahal tidak perlu dijaga. Yah mungkin aku yang terlihat terjaga, padahal senyatanya, kamu bukanlah penjaga. Dan ini selalu tidak bisa aku jelaskan. Sebab bagiku, You Heal Me, dan itu selalu lebih menenangkan.

Aku tidak ingin lagi ada laporan tentang kedekatanmu bersama yang lain, bagiku, kita adalah teman, jadi untuk apa melibatkan perasaan? Ku tulis ini dalam perasaan se netral mungkin.Sebab hari-hari kita yang berat sudah cukup melelahkan dan rasanya jadi tidak butuh lagi aku mendengar laporan yang sama sekali tidak ingin aku dengar.

Aku ingin membebaskanmu dari semua ini. Ingin membuatmu bebas memilih, bebas dengan siapa saja, bebas tanpa ada kesan bahwa kamu melukaiku. Sebab, aku tidak terluka, dan semoga perasaanku selalu begitu. Aku pernah, terluka. Tapi setelah kupikirkan bahwa kita adalah senyata-nyatanya Teman, untuk apa aku terluka. Sedang  You Heal Me, selalu lebih aku senangi.

Sabarlah, tidakkan kubuat kamu repot lagi. Bertahanlah, karena aku hampir sampai.  Persepsi itu harusnya tidak mengekang kita untuk saling jadi "kita". Karena tidak pernah ada kita yang sesungguhnya. Pun aku, tidak menuntut itu. Pun aku, sadar kapasitas dan batasan diriku. Kamu, bebas pada pilihanmu, yang luas itu, yang banyak itu. Jangan berusaha mempertimbangkan aku yang tidak pernah masuk dalam timbangan, bagiku, You Heal Me, akan selalu lebih dari cukup. 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.