Langsung ke konten utama

Semua adalah pemberian dari-Nya



Tulisan ini akan disponsori oleh saya yang baru saja selesai bikin desain undangan. Undangan apa? Cie, haha. Bukan, ini undangan untuk acara di pondok saya. Pondok Pesantren Mahasiswa Baitusshodiq.


Entah kenapa setelah kepala saya rasanya pusing dari kemarin malam dan masih suka kumat, saya malah kepikiran buat design. Hm aneh, tapi karena sudah mood yaa sudah dilanjut saja.  Walaupun sedikit kesal karena beberapa orang dalam sehari ini kok ya membuat emosi jiwa membuncah, nyatanya paracetamol membuat otak saya masih bisa berpikir normal dan mengontrol emosi yang rasanya sudah di ubun-ubun.

Kembali ke desain saya, yang saya rasa sedang bagus-bagusnya. Haha selalu, memuji diri sendiri adalah bentuk rasa cinta pada diri sendiri. Tapi memang iya, karena kali ini, desain saya gak lagu di protes kaya yang lalu-lalu. Mungkin takut, mungkin juga memang bagus. Nyatanya saya bangga-bangga aja. Hmm

Sampai ketika saya menghapus make up yang saya buat ala-ala pinkish dolly malam ini (btw, ini style make up favorit saya).  Saya jadi merasa tertampar sekaligus bersyukur . Iya, selain diberi otak yang lancar dan terbilang sedikit pintar, nyatanya Allah juga kasih saya wajah yang sedikit lebih baik dari yang lain.

Saya jadi mikir, oh iya ya. Bahkan design tadi tidak akan jadi jika Allah tidak qodar demikian. Tidak kasih saya otak yang bisa berpikir begitu,  bagaimana jika Allah kasih ke orang lain? Pasti saya juga cuma merasa takjub ke orang itu. Huah, nyatanya semuanya hanya pemberian Allah. Bahkan sekecil ide untuk desain sekalipun.


Saya jadi ingat diri saya yang julid beberapa waktu lalu terhadap Perempuan-perempuan yang sering ber-make up. Astaghfirullahh ! !  Betapa mulut saya pandai berbuat dosan padahal semuanya adalah pemberian Allah. Termasuk, wajah saya.

Saya jadi berpikir bahwa saya bisa cukup percaya diri untuk tidak pakai make up karena wajah saya baik-baik saja, tidak ada jerawat nya, bekas saja tidak ada (yaak, terdengar nada-nada kesombongan) . Tapi memang benar,  saya diberi wajah yang super menyenangkan . Tidak repot, tidak menyulitkan dan benar-benar easy going. Saya tidak pernah ada diposisi perempuan yang banyaj jerawat, yang repot harus menutupinya. Saya juga tidak pernah ribet pasang alis karena alis saya sudah tebal dan tidak luntur walaupun badai menerjang. Pokoknya, i'm not beauty enough. But every part of my face is settle enough. . Oh Allah, nikmatmu mana lagi yang sanggup aku dustakan?

Mungkin sekarang harus dikurangi julidnya. Belajar memposisikan diri jadi orang lain. Orang yang kurang pandai, yang kurang cantik, atau bahkan kekurangan lain. Belajar memaklumi dan sekaligus bersyukur atas kenikmatan yang Allah takdirkan jadi milik kita. Oh Allah,  selalu tetapkan hatiku atas kesyukuran dan jauhkan hamba dari sifat sombong.
Aamiin~




Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.