Langsung ke konten utama

#6 Clara's Diary : Where are you?

(source: pinterest.com)
Hari ini spesial sekali. Benar-benar spesial karena namaku dan namanya ternyata diumumkan menjadi salah satu pemenang dalam lomba penelitian biologi itu. Usaha kami yang lalu tidak sia-sia rupanya. Meskipun kami tidak jadi juara pertama dan gagal mewakili sekolah ke level yang lebih tinggi, setidaknya kami masuk tiga besar dan itu sudah patut disyukuri. Kulihat wajah teduhnya begitu menyenangkan bagai gemuruh ombak syahdu yang diiringi angin sepoi-sepoi di pinggir pantai, teduh sekaligus mendebarkan.

Kudengar riuh satu sekolah, menyelamati kemenangan kami yang diumumkan selepas upacara hari ini.Sambutan dari sekolah tak kalah hangatnya, dan kami berdua, tersenyum bahagia karena pada akhirnya mengakhiri perjuangan melelahkan ini dengan hasil yang manis. Belum lagi foto kami berdua sambil memegang piala dan hadiah perlombaan yang dipajang diseluruh mading sekolah. Benar-benar apresiasi yang mengagumkan. Sebuah mimpi yang tidak pernah terbayang akan jadi seindah ini. Kalau aku tau hasilnya akan semenyenangkan ini, akan aku buat fotoku lebih cantik agar tidak terlalu kusam seperti yang ada di mading. Huh, senang tapi juga sedikit sebal, kenapa mereka tidak meng-edit fotoku sebelum dipajang sih (gerutuku dalam hati).

Dibalik aku yang senang karena wajahku ada dimana-mana hari ini, dan topik tentangku pun jadi buah bibir yang manis diperjualbelikan di seantero sekolah, mataku tetap tidak bisa berhenti mencari sesuatu, oh bukan mencari seseorang dua orang. Hallo, kalian dimana? batinku dalam hati.

Tidak kulihat wajah dua orang sahabatku, Citra dan Rama. Mereka berdua hilang, bahkan ketika mereka adalah dua orang yang lebih dahulu mengetahui kabar kemenanganku di hari pengumuman. Dimanakah mereka berada? Tidakkah mereka ingin menyambutku, walaupun tidak dengan seikat bunga, sebuah pelukan hangat mungkin rasanya bisa lebih melegakan, tapi, dimanakah mereka?

Belum selesai aku mencari mereka, aku dan partner lombaku sudah dipanggil guru untuk mengurus perolehan beasiswa kami kepada administrasi sekolah. Iya, kami menang lomba dan kami dapat keringanan biaya sekolah, bentuk apresiasi sekolahku memang seperti itu. Dan ini harus sangat aku syukuri.

Selesai urusan administrasi, aku kembali ke kelas. Mengecek mungkin kedua sahabatku berada disana, tapi nihil, tak juga mereka kudapati disana, Aku lemas, bingung dan lelah harus kucari kemana mereka. Ingin ku hubungi via telpon, tapi ponselku kehabisan baterai karena semalam aku ketiduran dan tidak charge daya handphone. Aku hanya mampu menumpuk kedua tanganku diatas meja dan tertidur diatasnya. Ah Tuhan, kemanakah mereka.
source: wattpad.com

Dua orang paling dekat dalam hidup, dua orang yang tau pahit-manisnya perjuanganku, dua orang ini kemana? Kemana bahkan saat aku ingin mereka tau bahwa aku telah memenangkan peperangan yang membuatku sering meninggalkan kelas, berkutat dari pagi hingga sore di lab, atau hingga malam selalu aku curhati tentang lelahnya penelitian yang tiada usai, kemana mereka disaat membahagiakan seperti ini? Ah.. apresiasi seisi sekolah saat ini hilang di kepalaku, hatiku kini sedih, sedih sekali

where are you?


NB:
Mr sparkling eye diganti partner saja yah, biar lebih gampang hihi :D

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…