Langsung ke konten utama

Story of Lingsuh Town : Most Thankful people

Tulisan malam ini diketik dari saya, anak kampung yang lagi liburan di kampung karena baru selesai seminar hasil, cie. Hehe finally bisa menyelesaikan step melelahkan itu. Sekarang sedang mengisi tenaga untuk tancap gas ronde selanjutnya. (btw, tulisan ini full tanpa ada gambar ya)



Cerita semhas kemarin akan saya bahas nanti, tapi sepertinya saat ini saya mau bahas kekesalan saya dulu ya. Karena katanya, menjadi dewasa itu harus bisa mengkomunikasikan masalahnya apa. Berhubung saya sulit buat bilang, saya tulis aja ya. Saya juga yakin orang-orang ini baca kok, yaa walaupun gatau kapan.

To my beloved human diary,
Mba mba yang lahir pada 7 Desember dan masa mas yang lahir pada 16 Agustus. Izinkan saya sedikit kesal dan merefleksikan diri sejenak beberapa waktu lalu. Huah! It such a biggest disappointed to talk, and also ashamed. But this is the most important thing step I've ever done. But oke, sometimes we need to know what number in priorities we are. And I'm deal with that.

Selesai dengan itu, saya tidak mau kufur nikmat. Tidak mau melupakan kebaikan kalian yang jauh lebih banyak. Tidak mau kekanakan yang juga tidak merubah kenyataan. Saya tidak apa-apa, meski saya tau, masnya juga tidak akan hadir di final exam saya nanti, saya tidak apa-apa.

Telah banyak hal yang kita lalu masnya, saya terutama. Melewati berbagai fase naik turun, fase saya seperti anak-anak, fase saya diam, dan banyak peristiwa-peristiwa yang sebenarnya telah terekam dalam banyak bentuk tulisan yang saya tau kamu juga bahkan tidak menyadarinya. Terima kasih untuk selalu mengajari, selalu mengingatkan, dan (hampir) selalu ada. Dari fase takut pulang malam tapi sering keluyuran, minta air galon karena tidak akrab dengan tetangga, hingga kelakuan aneh saya lainnya. Terima kasih karena tetap sabar dan tidak menghina. Terima kasih untuk tetap bersikap biasa bahkan ketika kamu telah banyak mengetahui. Dan utamanya,  terima kasih telah bersedia selalu menjadi pendengar yang baik. You such a good teacher, a good friend, a good brother, and a good man (maybe).

Kedua, yang mungkin harus saya tulis utama.
Terimakasih kepada mbak-mbak yang usianya kini telah genap 22. Bukan usia kanak-kanak lagi yang semestinya mengerti mana prioritas dan mana yang bukan, tapj tidak apa-apa. Kadang kebaikan yang berlebihan juga nyatanya tidak berarti kebaikan bagi keseluruhan. Dan seperti biasa, saya tidak ingin mendengar alasan karena saya terlampau egois. Maka biar keegoisan sebagai anak muda ini berkurang, dan semoga kemampuan untuk menyaring prioritas mu bertambah. Semoga. .

Terimakasih untuk selalu jadi human diary, terima kasih untuk tetap sabar, tetap menjengkelkan haha, tetap menyebalkan, dan tetap seperti anak yang harus saya urus. Terima kasih untuk tetap membuat saya jatuh cinta meski prinsip saya dipatahkan berkali-kali. Tidak apa, dari proses tidak baik-baik saja ini mungkin ada pelajaran, ada hikmah yang bisa kita petik bersama. Terutama hikmahnya kita jadi tidak banyak membicarakan orang kan, yah, lumayan mengurangi dosa kita. Hahaha.

Selain dua favorit saya di Lingsuh tentang dua orang ini, saya juga ingin menuliskan seseorang,
Seorang kakak yang lahir 1 januari. Yang tidak henti-hentinya baik, tidak baper, juga tidak berkurang kebaikannya. Yang saat ini sedang terkena virus mabuk kenikamatan dunia, yaa, semoga bisa segera teratasi ya. Terima kasih untuk setiap jengkal kebaikan yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih untuk setiap pembicaraan yang menarik dan menyenangkan, terima kasih untuk semuanya. Terima kasih!

Tulisan ini dari saya yang rindu Lingsuh tapi masih betah di rumah. Yang ingin pergi dari Lingsuh dengan segera, tapi libur seminggu saja tidak tahan mencari alasan kembali. Yang bersama Lingsuh, saya tau saya selalu membaik.

Terimakasih Lingsuh, Rajabasađź’•đź’•

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.