Langsung ke konten utama

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

source: pinterest.com
Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Dari kamar kosanku yang kini tenang dengan gemercik air akuarium yang membuatku semakin nyenyak tidur, dari aku yang sendirian karena penghuni kosan sedang liburan, dari aku yang baru sakit hatinya mengetahui hatimu nyatanya berlabuh di wanita lain, huhu. But i'm not sad, dan akupun heran. Padahal sekuel tentang "is it you" sudah sering aku tulis, tapi mengetahui hatimu jatuh bukan padaku, rasanya kok aku biasa saja. Mungkin nyatanya beberapa tahun ini aku salah paham tentang perasaanku, aku bukan jatuh hati, aku hanya kagum, kagum pada keteduhan hati dan tatapanmu. Ah, kenapa bisa sesalah ini memaknainya?


Baiklaa.. cukup dengan aku yang salah paham. Aku kali ini ingin menulis sesuatu untuk menyelamatkan hatiku. Yang sudah jengah dengan berbagai tuduhan, yang mulai lelah dan ingin meluapkan segalanya tapi tetap tidak mampu membuka lingkaranku. Maaf, aku terlalu tertutup dan tidak pandai bergaul, maaf karena aku kini lebih senang menulis ketimbang bicara, sehingga aku terlihat terus-terusan membuat dinding, dingin, dan sombong. Maaf, tapi inilah aku. Bisakah kamu tidak terus-terusan memaksaku keluar dari lingkaran? Tidak bisakah kamu hanya memaklumi dan menerimaku? am I still weird in front of you?

Kali ini aku mau berbagi perspektif tentang "wanita karir". Julukan yang selalu melekat padaku beberapa tahun terakhir. Hm, awalnya tidak apa-apa, tapi semakin jadi aneh semenjak aku selalu dianggap tidak mampu jadi istri yang baik, jadi menantu yang baik, juga jadi ibu yang baik. Aku selalu dikaitakan pada kenyataan bahwa aku lebih mengurusi karirku dan tidak tertarik pada dunia yang digeluti wanita lain pada umumnya. Maaf, karena aku bukan wanita idaman.

Aku tidak pandai memasak, tidak pula terlihat sabar mendidik anak, tidak bisa diajak hidup susah, dan banyak ketidakbisaan ku yang lain yang selalu disebutkan tanpa pernah mereka tahu yang sebenarnya. Seandainya kamu hidup di masa ku, di lingkaranku, dan melalui kesulitan yang aku hadapi sampai sejauh ini, aku yakini kamu pun tidak akan mampu bicara sekejam itu.





Maaf karena aku tidak pernah memposting diriku yang sedang memasak, sekadar memfoto hasil masakanku pun aku tidak pernah. Maaf karena aku tidak pernah memasang status ketika aku sedang bersama anak-anak, maaf karena aku tidak pernah bercerita soal ibu-ibu yang senang bercerita padaku, maaf karena aku selalu terlihat angkuh, tidak pandai bergaul, dan sibuk dengan duniaku. Maaf kalau aku terlalu sering bergaul dengan hanya segelintir manusia dan tidak mampu bergaul seluasnya. Maaf jika ternyata aku tidak mampu memenuhi keinginanmu. Maaf karena aku aneh, maaf karena ini aku. Iya, Hanya aku....

Yang selalu ingin kutanyakan, kenapa hanya wanita yang bekerja kantoran yang disebut wanita karir? Padahal guru, perawat, dokter, dan ibu rumah tangga pun adalah karir. Apa yang salah dengan menjadi mandiri dan tidak mengandalkan uang dari orang lain? tidak ada toh. Kenapa aku dipojokkan dengan pilihan kemandirianku?

Tidak ada perempuan yang tidak menyukai dirinya dalam keadaan berkecukupan. Lalu salahkah aku yang mencukupi diriku sendiri? Salah kah aku atas setiap langkah kerja keras? Berdosakah aku? Atau aku telah merepotkan dan merugikanmu karena kemandirianku?

Tidak ada yang lebih menyakitiku selain orang terdekatku menyakitiku.

Aku lebih mudah sakit hati, aku lebih mudah trauma,sebab itu aku selalu menjaga lingkaranku. Aku tau, dunia tidak selalu berjalan sebab apa yang aku inginkan. Tapi jika boleh aku minta padamu, bisakah kamu mengenalku lebih dekat dan mengurangi hasratmu untuk menilaiku seenaknya?

Itu hanya sebuah permintaan manusia biasa, jika tidak bisa, tidak apa-apa. Toh kita cuma manusia :)

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.