Langsung ke konten utama

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.
Atau, haruskah sebaiknya enam tahun yang lalu kita tidak bertemu. Tidak usah saling nyaman dan memutuskan saling menyemangati satu sama lain. Hingga harusnya hari ini, kita masih dapat berteman dengan normal tanpa pernah tau perasaan masing-masing, tanpa pernah punya hubungan, dan juga tanpa menyakiti masing-masing.


Jika tiga tahun lalu, aku menangis sejadi-jadinya dan diriku di masa kini bisa menemui gadis kecil itu. Yang akan aku katakan adalah :

Bersabarlah, masa depanmu sangat indah. Ada begitu banyak hati yang baru yang menantimu. Dan kamu tidak kehilangan, melainkan dia yang telah kehilangan perasaan tulus berhargamu itu, berhentilah menangis, berhentilah bersedih. Aku tau akan sangat menyulitkan bagimu mengenal orang baru, mengetahui baik-buruknya, mendukung dari dasar, dan menyamakan visi misi, tapi yang aku tau, kamu pasti mampu melalui ini.

Justin Bieber masih tampan dan suaranya masih merdu, Vidi Aldiano makin memukau dan makin keren, Agnez Mo juga makin memukau, kamupun harusnya begitu.

Iya, aku tau. rencana hidupmu yang jadi gagal itu. Yang hancur lebur itu, aku tau. Tapi percayalah. bahwa semua ini yang terbaik. Tuhan tidak sejahat itu membiarkan seseorang yang setia disandingkan dengan dia yang penuh permainan, yang hatinya tidak tetap dan haus akan pencarian.

Tiga tahunmu yang penuh dengan naik turun kebahagiaan, kamu yang sering sakit, kamu yang sesungguhnya rapuh, iya. Aku tau akan sangat sulit menceritakan semua itu dari awal lagi. Tapi bertahan dengan dia pun akan selalu menyakitimu. Aku yakin masih ada, pria baik hati yang selalu bersabar untukmu, selalu menyediakan hati dan telinganya untuk hari-hari beratmu, yang bicaranya pelan, suaranya meneduhkan, dan memperjuangkanmu. Bahkan aku yakin, dia dari masa depan akan memperjuangkanmu melalui tindakan, bukan seperti dia yang menjanjimu, mengikat hatimu dengan segudang bualan. Percayalah, You deserve for better person.

Penghianatan yang kamu saksikan hari ini, hanya sebuah penghianatan kecil yang akan mengoyak hatimu lalu menguatkanmu. Kamu akan menemui masalah yang lebih menyakitimu, dan lebih sulit dipecahkan. Tapi percayalah, setiap ujian ini akan membuatmu semakin kuat selama kamu tidak menyerah.
Tidak apa jika dia yang kamu tunggu justru menemui orang lain, tidak apa jika dia yang kamu taruh kepercayaan justru menghianati, tidak apa jika pada akhirnya mimpimu untuk bersama tidak pernah akan terwujud. Karena aku tau, dihatimu, tidak pernah ada tempat untuk setiap penghianatan, kan?

Berbahagialah, hatimu lebih berharga dari apa yang dia sia-siakan hari ini. Jangan menangis, Jangan bersedih.

Dari aku,

di awal tahun 2019
Yang sudah bahagia.

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.