Langsung ke konten utama

Harapanku

Kota ku pagi ini hujan
Menyambut kedatangan mu
Sembari mengucapkan salam
Selamat datang kawan


Kota ku pagi ini hujan
Sembari menyampaikan kabar bahagia
Bahwa kini dia yang dulu dalam angan
Kini sedekat sebuah genggaman

Ku titipkan kamu dalam doa-doa singkat pada Tuhanku
Pada aku yang hanya mampu melihat
Pada aku yang hanya mampu menyaksikan
Betapa dunia memang berada dalam keunikannya

Hari ini kita mungkin masih sama
Masih dalam pengharapan panjang
Pada doa-doa kita
Dan pada Dia,
Seorang manusia biasa

Kau pilih dia walaupun hanya dalam angan
Doa-doa panjang yang tidak ku mengerti kini menjelma jadi kenyataan
Seperti fajar yang mulai menyingsing,
Seindah itu pula ku harap kalian bergeming
Diam dalam keheningan doa-doa malam

Sementara aku dan harapanku?
Kami masih sibuk dalam putaran dunia
Kulepaskan dia sebab rasanya semakin tidak nyata
Kubiarkan kamu memilih hati yang kamu kehendaki
Tidak lagi memaksa, tidak lagi meminta
Kubiarkan dia memilih, melihat dan merasakan
Sejauh apa kami telah berjalan

Tapi kita bisa apa?
Jika rencana-Nya bisa saja berbeda
Lalu kita bisa apa?
Jika bersamanya mungkin bukan jalan bahagia



Maret 2019
Dari fajar kota ku yang hujan

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Maaf, aku (bukan) wanita idaman

Assalamualaikum,
Mengawali tahun yang baik ini aku akan mulai lagi mengisi blog ini. Kedepannya, aku ingin memakai konsep lebih islami dalam penulisanku, yah aku mulai dengan pembukaan yang mengucapkan salam yang penuh dengan doa kebaikan itu hehe.

Titipan dari masa lalu

Selalu ada hari, dimana rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Ke tiga tahunyang lalu. Hari dimana harusnya aku tidak pergi kesana, tidak menemuimu, dan atau tidak melihat langsung jika kamu pada hari itu menemuinya, dia yang sudah beberapa bulan sebelumnya aku stalking setengah mati. Dia yang kepadanya hatimu berlabuh untuk pertama kali.

#5 Clara's Diary : Does he feels the same

*Clara POV

Bruuuk...
Tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepalanya. Yang ku rasakan waktu itu hanyalah pusing, dan penglihatanku sedikit buram. Tanganku mencoba untuk berpegangan ke tiang yang berada di dekatku. Samar-samar ku dengar suara seseorang yang ku kenal. Oh bukan, sesorang yang aku benci tepatnya. Iya, Dia Radit. Kapten basket yang menjadi idola di sekolahku sekaligus menjadi laki-laki paling menyebalkan di dunia ini. Pusing yang tadi ku rasakan, kini rasanya sampai ulu hati, ingin rasanya kuambil bola itu dan melempar tepat di depan wajahnya.

Nikah setelah lulus? Gimana ya

Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban dari beragam sekuel-sekuel tulisan saya sebelumnya. Beberapa tulisan di awal tahun, pertengahan tahun, dan sepertinya akan saya tutup dengan tulisan ini di (hampir) akhir tahun 2018.