Langsung ke konten utama

Maha Benar Allah, dengan segala firman-Nya


Kutulis ini diatas atap, hehe iya. Atap rumah orang tua ku. Sangking bahagia nya, sangking bersyukur nya, sangking tidak bisa lagi berkata-kata. Tidak menyangka bisa duduk diatas, melihat atap rumah orang dengan perasaan aman, karena rumah diatas. MasyaAllah . .



Mungkin buatmu, yang sudah kaya dari lahir. Hal semacam ini jadi norak untuk dibagikan. Tapi bagiku, yang baru-baru ini mendapat hal semacam ini. Hal ini luar biasa. Benar-benar diluar ekspektasi.

Sebagai anak pertama, aku pasti tidak heran dengan kehidupan awal pernikahan. Kulalui hidup dalam proses yang mengagumkan. Hidup dari nol, bersama dua pasangan muda, yang kini kupanggil mamak dan bapak. Kehidupan yang sungguh tidak mudah. Pasti, masalah ekonomi adalah salah satu yang tidak mudah. Itu sebabnya, bagiku pernikahan bukan hanya sekedar pelengkap agama. Tapi menikah juga tentang mengarungi hidup bersama.

Mungkin sebagian orang kini menganggap hidup kami penuh dengan gelimpangan harta. Anak yang telah menyelesaikan studi, rumah yang memadai, dan kehidupan yang bahagia. Namun jauh dibelakang itu, nyatanya dulu keluarga kami jelas bukan apa-apa. Bahkan dihina keluarga, nyatanya adalah hal biasa. Kami lalui itu semua dengan tetap bersama. Selalu bersama.

Masih ku ingat jelas, beberapa tahun lalu saat aku meminta melanjutkan pendidikan, kedua orang tuaku bertanya: siapa yang mau kuliahin nak?

Deg.

Aku dengan mantap menjawab: Allah.

Dan benar, saat ini aku telah menyelesaikan studi ku. Aku pun telah bekerja, yaa walaupun masih belum jelas kapan akan gajian. Bagiku, semua ini tampak seperti mimpi.

Kini, disini keluarga kami
Terlihat begitu tinggi. Begitu hangat dan menjadi keluarga impian. Bapak dan ibu yang komunikatif, dan anak-anak yang membanggakan.

Tapi semua ini nyatanya hanya pemberianNya, pemberian Allah yang selalu mendengar doa-doa orang yang teraniaya. Pemberian Allah pada hamba yang selalu percaya pada Nya. Oh Allah, sungguh. Jika aku harus memilih dikeluarga seperti apa selanjutnya aku akan hidup, aku akan tetap memilih keluarga ini. Menjadi anak dari mamak dan bapak, menjadi putri sulung dan kakak dari seorang anak laki-laki yang ceria.

Dari aku, yang selalu bersyukur jadi bagian keluarga ini. 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…