Langsung ke konten utama

My Undergraduate Story : Perjuangan Akhir




Assalamualaikum,
Ku tulis ini di kantor yang lagi sepi. Biasa, akhir bulan dan ini musim tutup buku. Jadi kami yang biasanya kerja keras akhir-akhir ini sudah tidak punya kerjaan lagi. Atau biasa disebut gabut. Segelas teh hangat juga kini telah menemaniku. Tumben, hehe. Biasanya aku tidak punya waktu untuk santai karena selalu terkejar deadline. Alhamdulillah. ada hari sesantai ini yang bisa ku nikmati. Tapi di post ini, aku mungkin tidak akan menjelaskan detail pekerjaanku. Kali ini aku akan melunasi hutang ceritaku, soal pergulatanku ketika masih mahasiswa, hehe.

Kumulai dari seminar hasilku,


Seminar hasil yang merupakan tahap kedua dari keempat tahap yang harus kami lalui. Bagiku, tahap ini lebih dari setengah perjalanan. Didalamnya ada aku yang kekurangan tidur, ada aku yang nampak seperti zombie setiap pagi selama hampir 2 bulan. Ada aku yang harus ber-make up (sekalipun aku tidak suka) demi menutupi kelelahan ku yang setiap malam harus begadang. Ada aku yang dimarahi dosen pembahas saat bimbingan pertama kali.
Lah? pembahas? hehe iya. aku bimbingan dengan beliau demi memenuhinya "sempurna" seperti yang beliau minta. Tiga kali aku bimbingan dengan beliau. Pertama kali aku menangis karena beliau mengatakan skripsiku salah, kedua kali beliau mulai bosan, sampai ketiga kali beliau luluh dengan kerja keras ku, dan tentunya berkat bantuan dari Allah SWT. Akhirnya beliau mengizinkanku untuk membawa skripsiku untuk seminar hasil.

Seminar hasil yang hanya ditonton 5 orang, yang juga merupakan teman dekatku itu berlangsung di hari Jumat. Minggu terakhir sebelum UAS di semester 7. Hanya berlangsung kurang lebih 15 menit.
Waktu tersingkat untuk ukuran seminar hasil. Yah kurasa sudah tidak perlu dijelaskan mengapa bisa sesingkat itu. Yaa karena aku sudah menghadapi ketiga dosen itu saat bimbingan.

Setelah Semhas, kukira jalannya mulus. Namun ternyata berbeda.
Disisi lain, dua support systemku pergi mengurus urusannya masing-masing. Aku? aku akhirnya harus berjuang sendiri. Syukurlah, masih ada debby, seorang wanita galak namun pengertian yang selalu berada disisiku. Terimakasih, Cinta. haha
Me & Debby

Diantara banyaknya berkas pendadaran ditambah aku yang memang tidak suka urusan rumit soal administrasi, ada satu hari yang paling kuingat. Hari paling melelahkan, karena aku harus bolak-balik kampus 3 kali dan dengan berjalan kaki. Sungguh sebuah perjuangan. Belum cukup sampai situ, aku bahkan pernah menangis di depan mas-mas admin kampus, yang menurutku sampai hari ini dia masih ingat namaku dan mengolok-olok. Serta selalu menyebut namaku tiap kali ada anak yang menangis menghadapi dia.

"Apa? Mau nangis kaya Aini?"

yah, itulah kalimat yang pernah ku dengar dari seorang teman yang pernah meneteskan air mata di depannya. Dan kalimat ini yang terlontar. Yah, akusih hanya mendengar ceritanya saja. Bagiku kamu juga tidak tau latar belakang aku menangis kala itu

Bagaimana tidak, hari itu, dan beberapa hari sebelumnya, Aku dipecat dari pekerjaan lamaku (iya, karena aku tidak pernah bekerja dan sibuk pada skripsi), Nilaiku D, dan hatiku patah karena seseorang. Huehehehe

Jadi jangan tanyakan aku, bukan lelah yang membuatku menangis, bukan kesulitan, tapi karena aku telah rapuh dan dibentak admin bagiku adalah sebuah puncak. Malu rasanya ketika kuingat, kala itu aku menangis sambil diliat mas-mas teknik di warung encik, Sungguh. Sebuah ironi yang menjijikan. Tapi, ya sudahlah. Selalu ada mentari pagi setelah hujan lebat semalam.
Dan kini, pekerjaanku sudah terganti, dengan yang lebih baik. Nilaiku akhirnya berubah setelah berulang kali aku datang ke kantor dosen. Dan patah hatiku? Ah, sudahlah. Never mind...





Hari Pendadaran

Akhirnya hari pendadaranku tiba, Degdegan karena aku dapat dosen yang wahh lumayan sulit. Tapi Alhamdulillah, Allah menolongku lagi dan lagi. Dosenku diganti, dan aku lolos 2 putaran wkwk. Bukan sebuah prestasi yang dapat dibanggakan. Meskipun aku melaluinya dalam dua minggu. Tapi aku cukup beruntung. Karena banyak temanku yang sampai 3 kali, bahkan kakak tingkatku ada yang 5 kali. Alhamdulillah, Aku yang bodoh dan malas ini akhirnya terselamatkan dari susahnya pendadaran. Itu adalah salah satu rabu terindah dalam hidup haha, 2/3 has passed! You did it, Aini!!

Kulanjutkan matrik di hari kamis, namun nihil. Aku yang tidak ingin menyerah ini, melanjutkan matrik hari jumat. Dan boom!!!! Senin  (28/1) esoknya jadwal sidangku diputuskan. Beruntung, lagi dan lagi aku punya debby yang siap membantu wkwk.


Hari Sidang
 
Hari Sidang Komprehensifku harus dimulai dari prank oleh dosen pembahas, sebuah prank yang baik karena cukup meyakinkan dengan wajahnya yang galak. yang membohongiku hanya dengan kalimat "Kamu gak baca WA saya?". Lha, aku kan SMS, batinku. Tapi yah, cukup membuatku kalang kabut.
Tapi ternyata, tepat pukul 08.00 beliau kembali ke kampus, Lega. Rasanya tidak bisa diungkapkan kata-kata.


Kesayangan-kesayanganku <3
Kumulai sidangku dengan aku yang menjelaskan skrispiiiku, lalu dilanjutkan dengan komen berbagai dosen. Dan kau tau? Sidang ternyata tidak semenyeramkan itu. Kami bahkan haha hehe. Aku bahkan tidak diminta untuk keluar ruangan, Nilaiku langsung keluar tanpa dosen harus berdiskusi dan menyuruhku keluar. Tidak ada drama. Aku sidang di hari liburan kampus, jadi aku tidak memakai ruang sidang. Aku memakai kelas yang biasanya kami pakai belajar. Soal tidak adanya drama di kompreku, itu karena mereka bertiga telah lumayan mengenalku, jadi sudah tidak perlu lagi menjelaskan banyak hal. Dan Alhamdulillah, AINI KOLBIANA,S.E

I did it!!!!

Yah, begitulah perjuangan skripsi yang tidak pernah mudah. Banyak air mata, tenaga, waktu tidur, dan materi yang harus dikorbankan. Dipecat dari pekejaan, dikatain ambis, dibilang ini dan itu adalah resiko.Yang terpenting, kamu tau tujuan akhirmu. Mintalah dukungan orang-orang yang menyayangimu. Jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah SWT. Dialah yang Maha Membolak-balikkan hati. Termasuk, hati dosen-dosenmu yang galak itu.
Rutinkan solat hajat dan perbaiki solat wajib, perbanyak baca Quran, minta doa kepada semua orang agar dilancarkan. Dann usahalah sekeras-kerasnya.


Officially S.E
 Kalau aku yang kecil, tidak rajin, dan tidak pintar ini bisa. Kamu juga pasti bisa.
Semangat!!!
Terimakasih hadiahnya, mon maap yang gak masuk frame


Dari aku,

Aini Kolbiana, S.E
 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

Maha Benar Allah, dengan segala firman-Nya

Kutulis ini diatas atap, hehe iya. Atap rumah orang tua ku. Sangking bahagia nya, sangking bersyukur nya, sangking tidak bisa lagi berkata-kata. Tidak menyangka bisa duduk diatas, melihat atap rumah orang dengan perasaan aman, karena rumah diatas. MasyaAllah . .

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.

Catatan Kecil Untuk Calon Dosen

Assalamualaikum
Hari ini adalah satu dari banyaknya hari setelah wisuda. Kerja, begitu aku menyebutnya. Aku yang biasanya pergi ke pasar untuk survei lalu melanjutkan pekerjaan ke kantor, hari ini berganti profesi. Mencicipi profesi lain, menjadi pengawas ujian. Alhamdulillah, sebuah kesempatan baru bagi lulusan baru seperti saya hehe