Langsung ke konten utama

22 : Lakukan Karena Allah

Bismillahhirrahmanirrahim.

Dari aku, Aini Kolbiana
22nd years old. A woman. not a girl anymore.

Kutulis ini ditengah-tengah deadline kantor, di kamar. Seharusnya aku malam ini lembur bersama adik-adikku disana. Namun, jengah sekali rasanya dimalam pergantian tahun tapi dihabiskan di kantor, Aku, mau pulang saja hihi.

Melanjutkan sekuel tahunanku, di 21 : Bersyukur. Tagline tahun ini akan disesuaikan dengan judul. Yaitu melakukan semuanya karena Allah.

Pertama-tama, aku mau bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri padaku. Terlebih saat usiaku masih 21, Aku lulus di usia 21 tahun 9 bulan dengan masa studi 3,45 tahun. Sebuah pencapaian yang tidak mungkin bisa diraih tanpa seizin Allah. Alhamdulillah.
Aku taken kontrak kerja pertama di bulan Januari 2019, tepat sesuai doaku : Gajian di awal tahun 2019. Dan Alhamdulillah terwujud.
Aku taken kontrak kerja (lainnya) di bulan Februari, 2 minggu setelah kelulusanku. Di sebuah kantor jasa akuntansi di kota ku, kantor yang juga milik dosenku dulu di kampus. Sebuah mimpi yang tidak pernah aku mimpikan, tapi jadi kenyataan.

Alhamdulillah. bersyukur telah selalu aku gaungkan. Dan semoga selalu begitu.
Karena sesungguhnya, bahkan ketika air laut dijadikan tinta dan ranting-ranting pohon di bumi ini dijadikan penanya, maka kita tidak akan sanggup menuliskan nikmat yang Allah beri.
Alhamdulillah, semoga Allah selalu tetapkan hati ini dalam kesyukuran.

Beranjak dari semua pencapaian di usia 21, Kuambil tagline diatas : melakukan karena Allah, sebagai fondasi utamaku setahun kedepan. Aku ingin meniatkan semuanya untuk ibadah, untuk pahala, dan untuk Allah. Aku ingin diriku ingat kalimat ini setiap kali melakukan segala sesuatu, tiap kali aku kecewa, atau bahkan ketika aku gagal. Aku sangat menyadari bahwa ini penting, bahkan sangat penting. Telah seringkali aku terluka karena berharap pada tunggakan yang salah. Berharap pada kebaikan-kebaikan manusia. Padahal, makhluk (siapapun dia) bisa saja melukai kita, dan mengecewakan kita. Aku ingin seiring dewasa aku menyadari betapa pentingnya meniatkan segala hal karena Sang Khalik.

Aku ingin beribadah karena Allah, bekerja karena Allah, bersyukur karena Allah, dan bersabar karena Allah. Termasuk bersabar dalam menjemput rejeki, bersabar dalam menanti jodoh, dan bersabar akan banyak hal (juga karena Allah).

Selain tagline, aku juga ingin menuliskan keinginanku tahun ini sebagai catatan untuk masa depan.

Yang pertama,
Aku ingin mendapatkan pekerjaan yan tetap, rizki dan ilmu-ilmu yang barokah. Rezeki yang banyak, halal, lancar dan barokah. Yang sudah pasti kehalalannya, namun juga banyak dan barokah. Rezeki yang mampu menjadi bekal untuk beribadah dan mampu membela agama Allah. Semoga aku tidak melupakan niat ini saat Allah mewujudkan impian ini bagiku. Karena aku percaya Allah adalah Zat yang Maha Mendengar, sedangkan aku makhluk yang sering melupa. Ya Allah, tetapkan hatiku dalam agamaMu.

Yang Kedua,
Aku ingin menemukan dan ditemukan.
Sejujurnya, aku hampir menyerah dengan kota ini. Sebab bagiku, dia tidak disini. Sebab dalam pikiranku, dia kesulitan menemukanku, Maka, aku akan berjalan lebih jauh, Untuk menemukan dan ditemukan. Aku ingin dibersamakan dalam perjuangan, aku ingin ditemani ditengah pahit-sulit-mudah-manisnya kehidupan. Aku ingin satu untuk satu. Aku ingin dipertemukan dengan dia yang menyayangiku dan mencintai aku, karena Allah.

Aku juga akan terus berikhtiar menjadi wanita pada umumnya. Aku akan mulai mencoba belajar menyukai memasak, karena aku tau, aku sedikit kesulitan dibidang yang harus dikuasai semua wanita itu. Aku juga akan mulai memperhatikan penampilan, sebagaimana aku menginginkan pasangan yang rapi, harusnya aku juga tidak boleh acuh terhadap penampilanku. Aku akan mulai bangun pagi tanpa tidur lagi, aku ingin memperbaiki hal-hal yang kurang. Agar saat aku ditemukan, aku bukan lagi seorang wanita yang menuntut banyak dengan mengatakan : terima aku apa adanya. Walaupun kusadari, aku pasti tetap akan memiliki kekurangan.

Aku tidak meminta pernikahan terjadi di tahun depan, bagiku, merasa menemukan dan ditemukan saja sudah cukup jadi obat ditengah aku yang hampir putus asa.

Aku juga akan merubah beberapa kriteria 'dewa' yang mungkin selama ini membelenggu. Aku ingin menyederhanakan sosok dia, membuat list yang benar-benar aku butuhkan. Karena aku mengerti, sosok 'sempurna' itu tidak pernah ada. Bagiku, Selama dia seorang yang punya hati sabar untuk mendengarkan keluh kesahku, Selama dia mampu hidup dalam kesederhanaan, dan Ia mampu bekerja keras berasamaku mencapai tujuan, itu saja sudah lebih menyenangkan hatiku. Dan jika aku boleh meminta lebih, Aku ingin dibersamakan dengan dia yang mampu menambah kecintaanku padaMu.

Ya Allah, semoga aku menemukannya. Semoga dia menemukanku. Semoga perjalanan sulit kami saling menemukan akhirnya berakhir dengan rasa syukur yang tidak pernah kami bayangkan.
Ya Allah, bimbing aku :)

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

These All belong to you

Hallo,
Assalamualaikum . .

Tulisan ini dibuat di pagi hari pas masih mager-magernya karena semalem baru pulang lembur jam 12 malem. Fiuh, Alhamdulillah.
Dibuat di hari libur yang nggak libur tapi punya sedikit waktu luang karena projek akhirnya selesai.

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah titik untuk pergi

Wajah itu tak lagi sama
Senyum itu tak lagi bermakna
Tatapan mata itu tak lagi bernyawa
Kita, telah berbeda.