Langsung ke konten utama

Teruntuk seseorang yang namanya Tertulis di lauhil mahfuz

Ku tulis ini di Metro, Rumah sahabat ku yang kini sedang tertidur di sampingku. Sembari memeluk guling -seperti yang selalu ku lakukan, aku ingin menuliskan apa yang telah mengganggu ku belakang ini.



Assalamualaikum, Mas.
Seperti ini mungkin kalimat yang ingin kuucapkan di depanmu kelak. Panggilan yang selalu ingin kusematkan pada seseorang dengan mata yang berbinar-binar. Seseorang yang aku cintai, yang aku telah menanti hanya untuk menemukan sosok dirinya.

Dipijakan bumi manakah dirimu saat ini mas? Apakah kita sedang menuju kearah yang sama? Apakah kita sedang searah, atau apakah kamu juga sedang dipatahkan hatinya karena harapan pada manusia? Ah, maaf ya mas aku terlalu banyak tanya :)

Ku tulis ini karena selalu penasaran, selalu bertanya tentang hal yang sesungguhnya pasti. Namun aku terus saja bertanya, yah, seperti manusia pada umumnya.

Aku tau, mungkin saja Qodar membawaku pada hal lain. Mungkin saja aku bertemu maut sebelum sempat bertemu denganmu. Atau mungkin saja aku harus berkelana sebegitu lama untuk pada akhirnya melabuhkan hatiku padamu. Mungkin saja, kita pernah berada di forum yang sama namun aku tidak menyadarinya. Entahlah, diri yang terlalu banyak tanya ini semakin lelah dengan pertanyaan nya.

Kalau boleh kukatakan kini mas, aku telah lelah dengan pencarian-pencarian semu. Aku telah bosan pada pendekatan-pendekatan yang menjemukan. Mungkin semua itu terasa menyenangkan, namun tetap saja, kebahagiaan dengan lawan jenis dengan tanpa didasari oleh kehalalan pada akhirnya akan membawaku pada jurang penyesalan.

Tidak banyak yang bisa kukatakan disini, karena rasanya, berbicara, di depanmu sembari tersipu malu akan lebih menyenangkan hatiku ketimbang aku menunjukkan ini padamu suatu hari nanti. Dan andaipun kelak aku akan malu pernah menuliskan ini, aku hanya ingin mengingat, bahwa aku pernah resah, walaupun aku seharusnya hanya berpasrah. Aku ingin mengingat bahwa bertemu denganmu adalah perjalanan panjang yang penuh dengan penantian. Aku ingin mengingat bahwa jika suatu saat kita bertemu, kamu adalah hadiah Allah yang dikirim untukku.

Jika kamu tengah sibuk pada pencapaian, maka kejarlah.
Jika kamu tengah sibuk dengan memantaskan, maka jangan lupa bahwa aku pun ingin diperjuangkan.
Jika kamu sedang sibuk pacaran, maka segeralah putuskan. Ahehe

Kutunggu kamu dalam setiap kesempatan yang membawa kemungkinan,
Seorang hadiah terbaik dari Tuhan,
Aamiin

(p.s : foto diambil saat kondangan di Metro hari ini) 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…