Langsung ke konten utama

Kuatlah, Wahai Diri

Assalamualaikum, Aku

Sebuah jiwa yang diombang-ambing godaan syetan. Sebuah jiwa yang terbolak-balik hatinya. Sebuah jiwa yang naik-turun semangat nya.


Hai, Apa kabar?
Semoga kamu masih kuat ya. Semoga masih mau diajak berjuang.

Hehe, perjuangan kali ini agak berat ya. Tapi seperti biasa, mantranya: These too will pass.  Yakan? Tetap kuat yaa tetap semangat. Karena kita sudah sejauh ini. Sudah berkorban sekuat ini.

Iya, aku tau. Mimpimu yang bertahun-tahun itu hampir tercapai. Aku tau kalau perasaan menggebumu terhadap impian perlahan memudar. Aku tau kamu mulai berbalik arah. Tapi, berbeloklah pelan-pelan ya. Karena seperti yang kita sepakati bersama, sesuatu yang instan kadang bukan pilihan yang baik.

Ingat ngga, kata-kata Mas Yusuf di sebuah majelis ilmu dulu.
Beribu ribu rintangan, berjuta juta pertolongan, bermilyar milyar kemenangan. Surga pasti
Jadi?  Masih kuat kan sampai sini.
Mari kita bentur semua kesulitan-kesulitan. Mari kita hadapi segala kemalasan, dan mari, sekali lagi kita coba yang satu ini. Dan biar kuingatkan lagi, Lakukan karena Allah ya Ai!

Iya, gak papa. Temanmu sudah bisa nabung, sudah bisa transfer orang tua, sudah bisa main kesana kemari. Ngga papa, kamu juga dalam progress mu kok. Nanti juga Allah qadar sesuatu yang lebih baik untukmu. Kan Allah sudah janji, barang siapa yang menolong AgamaNya, maka Allah akan menolong hamba itu. Udah percaya aja.

Dan juga tentang jodoh, ngga papa. Sabar aja liat timeline isinya bayi. Sabar aja sama teman-teman yang sudah gandengan, sabar aja sama undangan teman. Ngga papa, sebagaimana kamu tengah memperbaiki diri, seseorang disisi bumi yang lain juga tengah melakukan yang sama. Ngga papa, kan Allah sudah janji, Laki laki yang baik, juga untuk perempuan yang baik. Bersabarlah dalam penantian yang menyenangkan ini, dan, semoga dia tidak terlambat. Seseorang yang dengannya, Surga terasa lebih dekat :)

Kuatlah, diriku 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…