Langsung ke konten utama

Love Hate myself

Ketika hidup mulai terasa menjengahkan, impian membuatmu lebih hidup.



Iya, itu kata-kataku beberapa tahun silam. Saat aku masih menggebu, saat aku masih putih abu, dan masih belum memahami banyak ilmu.

Akhir-akhir ini kadang aku benci diriku sendiri, benci pada hal-hal yang terlambat kuraih, benci pada keputusan yang salah aku buat. Dan kadang, dengan tanpa alasan aku hanya membenci diriku. Meski kerap kali kunyatakan: I love myself, I love me, atau apapun itu.

Entah, harus berapa kali diri ini bertanya. Tujuan hidup untuk apa? Sebab rasanya, semua yang kuperjuangkan bertahun-tahun ini hanyalah kesia-siaan. Aku rasanya kebingungan untuk sekedar menentukan kemana selanjutnya akan melangkah. Aku kerap kali bingung pada persimpangan mana seharusnya aku berbelok.

Tawaran demi tawaran pekerjaan menghampiri ku, mulai dari hal yang sejurus dengan keilmuan ku, sampai pada hal-hal diluar itu semua. Iya, aku mensyukuri nya. Namun sekali lagi, aku masih tetap kebingungan.

Kadang, aku ingin memiliki seseorang, yang dengan yakin dan mampu untuk memantapkan pilihanku. Tapi entahlah, semua orang terdekat ku hanya mengatakan 'terserah' pada apapun pilihanku. Dan aku? Jadi kehilangan arah. Keasyikan dalam kebingungan dan juga menikmati kemalasan.

Kulihat diriku dalam kemunduran, kemalasan, dan ketidakbermanfaatan yang berarti. Dan ini juga, yang menjadi alasan untuk keluarnya kalimat I hate myself.

Tapi ini tidak boleh berlarut, kubuat lagi impian itu. Kubuat wishlist dimasa depanku.  Kutuliskan lagi apa yang kumau. Kurencanakan lagi akan kemana kehidupan ini akan kubawa. Dan, satu hal, kudoakan selalu untuk kebaikan dan kebarokahan selalu menyertaiku.
Aamiin

Dari aku,

Yang juga pernah bingung

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).