Langsung ke konten utama

Sebuah Tujuan: Almost End


Assalamualaikum

Ku tulis ini di kamar Asih, seorang teman setengah perjalanan ku yang akan jadi teman berjalan selanjutnya. Kutulis di kamarnya karena secara resmi aku sudah tidak punya kosan lagi terhitung sudah sepuluh hari, Fufufuuuu. Ku tulis ini dengan radang, batuk, pilek, dan asam lambung ku yang baru saja naik tadi pagi. Kesemuanya akhirnya menyerangku di waktu yang sangat krusial. Tapi tidak apa-apa, ini sudah sangat cukup baik ketika virus-virus ini hanya menyerang sekarang dan cukup diam selama dua bulan terakhir, Alhamdulillah. . .

Ku tulis ini pasca debut ku semalam, debut untuk bisa tertulis di jadwal semalam. Hehe, berasa artis koriya aja ya pake debut segala.

Di penghujung bulan ini, aku telah melalui banyak hal. Melewati berbagai proses yang tidak bisa dibilang mudah. Menjalani 2 minggu saringan sendirian, dan dua minggu yang juga kadang sendirian. Melewati kesulitan, kesusahan, kebodohan, dan berbagai hal lain yang harus kuiringi dengan air mata. Bagiku, ini adalah proses tersulit yang pernah aku lewati. Bahkan, skripsi rasanya tidak sesulit ini.

Ada terlalu banyak gonjang ganjing hati, ada terlalu banyak godaan setan, ada banyak keraguan yang melemahkan, juga ada banyak pelajaran yang membawaku tumbuh dari hari ke hari.

Seperti yang kujanjikan pada diri sendiri, Aku akan menjalani ini terus sampai bertemu akhir bulan. 
Dan ya, akhirnya aku sampai. Dengan hasil yang sepertinya tidak terlalu buruk. Kini, aku masih mempersiapkan keberangkatan ku, juga mengecek segala persiapan yang mungkin ku butuhkan. Ya Allah, semoga Engkau senantiasa membantuku. Hanya kepadaMu lah aku memohon pertolongan.

Terlepas dari semua hal, aku ingin bersyukur pada banyak pihak yang telah bersedia mengajari ku, membantuku, dan membimbingku. Pak Fauzi, Mas Afrizal, Mas Rendi, Mas Ilham, dan pihak-pihak lain yang juga ada di proses ini, Mas Rudi, Mas Azka, Mas Malik, dan banyak lainnya.

Juga, teruntuk teman perjalanan yang masih panjang. Mba Dian.
Jazakillahu khoiro, untuk sudah sejauh ini mendampingi, untuk selalu mendoakan kebaikan untuk ku, selalu bersedia menjadi tong sampah, menjadi samsak, dan menjadi bala bantuan saat semua rasanya tidak menyenangkan. Terima kasih karena tidak henti-hentinya meyakinkan bahwa aku bisa, dan aku akan mampu melewati ini semua.

Dan untuk diriku sendiri, yang selalu berjuang. Yang selalu mau bangkit, yang tidak kenal lelah, dan yang mau diajak ini dan itu, kuucapkan terima kasih.
Kucintai kamu sepenuh hati, karena telah melewati ini bersama, menjadi perempuan kuat yang memang kuat. Menjadi perempuan tegar yang tidak goyah diterjang badai.

Meskipun sesekali aku tau, kau kerap kali menangis. Merasa tidak mampu, merasa bodoh, dan setan juga selalu menggodamu, pada akhirnya, kamu membuktikan bahwa kamu akan sanggup melewati badai satu ini.

Bismillah,
Mari kita lanjutkan ini ke jenjang yang sesungguhnya, semoga kita tetap dapat kuat sekalipun kenyamanan telah direnggut, sekalipun kebebasan telah dicabut, dan semua rasanya carut marut.
Mari kita jalani lagi, dengan penuh kesungguhan, kesabaran, ketaatan, dan kemauan untuk berjalan kearah yang lebih baik. Kucintai kamu, lebih dari apa yang orang lain tau.
Dari aku untuk aku
I love Me <3 

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan : Alhamdulillah, I did it!

Kutulis ini di sebuah kafe favoritku, bukan kafe sih, sebuah kedai yang menjual aneka rasa susu sapi. Tempat me time favorit saya sedari kuliah. Kutulis ini dengan segala macam perasaan, terlebih perasaan takut lupa,jadi ku kenang saja sekarang ya.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

Main Kuis dapat Kuota Gratis

Hallo everybody..
Saat ini aku sedang cobain sebuah kuis berhadiah kuota gratis nih , Awalnya aku pikir ini semacam hoax karena hari gini gak mungkin ada yang gratisan kan?  Eh tapi karena aku penasaran dan udah banyak yang cobain, aku jadi penasaran juga buat ikutan. Yah, mencoba sesuatu gak ada salahnya kan.. (kalau kamu ragu ini hoax, kamu bisa langsung cuss untuk cek sendiri).

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…