Langsung ke konten utama

Sebuah Tujuan: Bismillah



Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi pengingatku, mengapa aku memutuskan untuk memulai.

Sebenarnya sudah lama keinginan ini muncul. Untuk menjadi salah satu tentaranya Allah, hanya saja, kesibukan dunia yang fana ini terus menyeretku. Saat RIH kemarin, aku satu-satunya orang yang tidak berdiri menyatakan kesanggupan. Sebab aku tidak suka, berjanji pada hal yang tidak bisa kutepati. Kudapati sahabat baikku, menangis disana, menanyakan apakah aku tidak ingin?
Namun ku jawab: Aku tidak butuh semua orang percaya, aku cuma butuh kamu percaya kalo aku mau. Kami pun tangis haru dalam suasana siang itu.

Kutata niat ulang, awalnya semangat itu membara, sampai kemudian berjumpa di persimpangan godaan syetan yang lain, digodanya kedua orang tua ku untuk tidak setuju. Dan benar, niatku goyah.
Keinginan itupun hilang, dan aku semakin malas. Kembali lagi pada putaran dunia yang fana dan menyilaukan.

Sampai kemudian, seorang teman yang juga pejuang menasehatiku panjang lebar. Soal keinginan nya, soal kami yang tinggal beberapa langkah lagi. Soal kami yang sibuk dan ngoyo pada dunia namun lemah dalam urusan akhirat. Dan juga, soal memberikan mahkota kepada kedua orang tua di akhirat kelak.

Nasehat nya telak menamparku yang malas ini,  aku,  jadi semangat lagi.
Hari demi hari di liburan ini kumanfaatkan untuk meminta restu kedua orang tua ku, dan alhamdulillah, telah kudapatkan restu mereka. Semoga aku mampu, Ya Allah, mudahkanlah jalanku. .

Aku tidak tau kapan hatiku bisa malas lagi, kapan aku bisa patah arah, kapan aku bisa berubah niat. Yang aku ingin tahu adalah, ada masa dimana aku goyah, masa dimana setan menggodaku dan orang-orang terdekat ku, menggoda hatiku pada dinding-dinding keharaman yang tidak Allah ridhai, semoga, hatiku tidak salah niat. Semoga Allah menjadikanku penyampai yang paham dan menjadikanku pribadi yang lebih baik.


Aamiin
Kalianda, 11 Juni 2019

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).