Langsung ke konten utama

Sebuah Tujuan: Keraguan


Assalamualaikum

Siang ini, ku ketik tulisan ini beserta sebuah perasaan yang akhir-akhir ini kerap menghampiri. Sebuah perasaan ragu-ragu. Perasaan untuk takut tidak memanfaatkan waktu. Takut kalau ternyata aku salah melangkah, Takut jikalau aku mengecewakan.

Kutulis ini di kantor, sembari menunggu berkas fotokopi yang sedang diambilkan oleh dua partner ku; calvin dan glady. dua remaja SMA yang menjadi partnerku beberapa minggu ini di kantor. Oh iya, Ini adalah tempat ketiga yang kusebut kantor setelah sebelumnya kantor selalu berarti Campang, Base kami para WB* yang kantor itu telah memberhentikanku. Dan kantor kedua, yang paling aku suka, Kantor B* cabang provinsi lampung. Kantor yang aman dan nyaman, hmm. walaupun aku kesana hanya beberapa kali, hihi. Dan, here I'am, Kantor Jasa Akuntansi, sebuah kantor milik dosenku sendiri. Dengan aku yang bisa mengetik ini sembari nyantai. Ahehe

Tadi pagi, aku bertemu Bu Asih, Ibu dari Ami, seorang anak lucu yang merupakan keponakan dari ibu kos saya. Seperti biasa, saya memang dekat dengan Bu Asih, hal ini muncul dari kebiasaan kecil saya yang suka curhat dengan beliau ketika kami bertemu, atau berkomunikasi di Instagram, Entah kenapa, saya merasa cocok dengan beliau.

Bu Asih menanyai saya soal status pekerjaan saya, yang memang akan berakhir dalam beberapa bulan kedepan. Saya hanya menjawab bahwa saya memang sedang cari pekerjaan lainnya, yang padahal tidak.

Karena saya yang tidak jujur inilah, Bu Asih kemudian mengatakan bahwa apabila terdapat pekerjaan di kantor suaminya, beliau akan mengabari saya. Ah, sungguh aku beruntung dipenuhi orang-orang baik. Aku bersyukur, namun hal inilah yang membuatku kemudian juga bimbang. Oh Allah, sungguh aku menyadari bahwa aku dikelilingi oleh kehinaan dunia yang fana. Oh Allah, Sungguh Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Ku pasrahkan semuanya kepadamu. Zat Yang Membolak-balikkan hati.

Sesungguhnya ini bukan kali pertama aku ditawari pekerjaan. Beberapa hari yang lalu, Agnes, Teman kelasku ketika S1 juga tiba-tiba menghubungiku mengenai sebuah pekerjaan di Jakarta, Dia memang seorang yang akhir-akhir ini dekat denganku, Agnes juga lah yang mengenalkanku pada Pak Agus, Bosku yang sekarang. Saat itu aku sedikit goyah, namun kutolak karena pekerjaannya kurasa tidak sesuai dengan keinginanku.

Dititik keraguan ini pula, aku, kebingungan. Berangkat ke tujuan yang aku inginkan sekarang tentu bukanlah hal yang mudah. Butuh persiapan mental dan juga materi. Ditengah aku yang berusaha meyakinkan mentalku dengan persiapan, aku juga harus menyiapkan materi untuk berangkat kesana, karena sesungguhnya, biaya kesanapun tidak sedikit. Sungguh sebuah ironi yang menyulitkanku. Terlalu banyak hal yang harus dipersiapkan untuk badan yang sekecil ini.

Ya Allah, aku tau engkaulah sebaik-baiknya perencana.
Ya Allah, mudahkanlah jalanku,


Teluk Betung
19 Juni 2019

Komentar

Popular Posts

Daftar Kerja di Indomaret

Hallo vibes!!!
Dilansir dari bawah atap DC Indomaret Bandar Lampung, bersama banyak mas-mas dan cuma aku sendiri perempuan disini. Daripada bosen, better to write this experience to kill the time.

Sebuah Tujuan: We will fight!

"Hari ini hari terakhir" , Kata Ilham.

Dan yep, sukses membuat hatiku senang karena pada akhirnya aku memenuhi janji pada diri sendiri untuk tetap bertahan hingga akhir bulan. Ditengah-tengah keinginan untuk menyerah. Ditengah rasa kebodohan ku yang keral kali menyiksa. Ditiap hembusan syaitan yang selalu menggoda dari arah mana saja. Alhamdulillah, Laa Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Aku bersyukur pada Allah yang selalu menguatkanku, mengizinkanku untuk sampai pada titik ini.

Esok aku akan pulang. Pamit, dan minta uang jajan tentunya hehe. Untuk berangkat ke Kediri.

Aku tidak tau persis bagaimana Kediri, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kakiku sejauh itu. Tidak pernah bahkan kubayangkan diriku akan kesana. Sungguh Allah selalu menunjukkan sifat Maha Baik nya padaku yang tidak akan bisa kuhitung nikmatnya.

Aku sampai pada titik ini saja, aku sudah bersyukur. Dan rasa syukur ini akan aku wujudkan dengan kesemangatan ku melanjutkan tahap selanjutnya. Semoga aku tidak men…

EL'S COFFEE : MENYAJIKAN KOPI LAMPUNG DENGAN SAJIAN INTERNASIONAL

Lampung, sebuah kota kecil di ujung Pulau Sumatera, Identik dengan kearifan lokal, sumber daya alam yang melimpah, dan kebudayaan yang mampu dikatakan sebagai 'miniatur indonesia'. Selain kebudayaan nya yang kental, Lampung juga selalu identik dengan sebuah minuman, minuman apa? Kopi! Yaps, kopi lampung adalah salah satu kopi yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kopi yang kebanyakan dibudidayakan di Lampung adalah kopi jenis Robusta. Perlu diketahui juga bahwa

Sebuah Tujuan: Bismillah

Bismillah, ku tulis ini pukul 2 dinihari.  Dari aku yang baru selesai curhat dan enggan melanjutkan percakapan. Dari aku, yang tidak bisa tidur. Dari aku yang besok akan berangkat, kembali, ke tempat dimana aku seharusnya.

Malam ini, kuhabiskan dengan berpikir. Menimang-nimang, apakah kamu, perlu kuberi tau perihal niatan baik ini. Atau tidak perlu, mengingat aku takut niatku menjadi salah. Tidak pernah ku fikiran ini sebelumnya. Namun rasanya, pagi ini, ku pikirkan ini masak-masak. Hampir saja ku ketik kalimat itu di kolom chat kita, semakin ingin ku ketik setelah mengetahui salah satu anggota keluargamu mem-follow ku di instagram. Bingung, sekaligus ge er. Tapi untuk apa? Sedang kita pun tidak pernah terlibat percakapan lagi.

Cukup dengan galauku yang tidak ada ujung ini, tiap kali pembahasan menuju padamu, detik itu pula aku bisa berceloteh kesana kemari, padahal, semua sepertinya telah usai.

Kutuliskan saja ini menjadi draft dalam banyak chapter kedepannya. Untuk menjadi penginga…

Bicaralah, mungkin orang lain mengerti

Siang hari, 15 Agustus 2017

Siang ini saya baru saja menyelesaikan ujian susulan matek, yahh.. Matematika ekonomi. Ujian susulan karena kasus yang bener-bener memalukan kemaren. Di post sebelumnya saya udah ceritain kasusnya (kalo udah baca).